get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Nataru, Pemkot Bandung Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman Jelang Nataru, Jabar Miliki Cadangan 590.000 Ton

Jum'at, 28 November 2025 | 18:19 WIB
header img
Jabar memiliki 590.000 cadangan beras yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga jelang Nataru 2025. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Perum Bulog memastikan stok beras nasional sangat aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Total cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog hingga akhir November 2025 mencapai sekitar 3,8 juta ton.

Sedangkan Jawa Barat memiliki 590.000 ton cadangan beras. Jumlah cadangan sebanyak itu cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Kepala Perum Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan, masyarakat tidak perlu panik atau mengkhawatirkan isu kelangkaan. Ia menyebut stok yang ada dapat memenuhi kebutuhan hingga musim panen raya 2026.

“Publik Jawa Barat jangan panik. Stok beras sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga musim panen raya 2026,” kata Kepala Perum Bulog Jabar, Jumat (28/11/2025).

Nurman menjelaskan, saat ini, Bulog tidak perlu melakukan impor beras. Dengan kapasitas cadangan kuat, program pemerintah seperti bantuan pangan, penanganan bencana, dan intervensi pasar dapat berjalan tanpa hambatan.

Di Jawa Barat, ujar Nurman, 590.000 ton ketersediaan beras di Jawa Barat tersebar di berbagai gudang Bulog. Stok ini dapat digunakan sebagai instrumen pengendalian harga dan menjaga inflasi pangan tetap terkendali.

Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus berjalan melalui berbagai saluran distribusi. Bulog Jawa Barat disebut telah menggelontorkan 59.000 ton beras SPHP ke pasar hingga saat ini. 

"Selain itu, bantuan pangan untuk 3,3 juta warga Jawa Barat juga terus disalurkan, masing-masing menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan untuk alokasi Oktober dan November 2025," ujarnya.

Nurman menuturkan, Bulog Jabar terus memperkuat manajemen logistik dan distribusi agar pasokan tetap merata hingga wilayah pesisir dan perbatasan. Pemantauan situasi harian juga dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan di Jawa Barat tetap terjaga.

“Kami menjaga agar seluruh titik suplai prioritas tetap aman, sehingga ketahanan pangan daerah dan nasional terjaga,” tutur Nurman.

"Bulog berharap kondisi cadangan yang memadai ini mampu menjaga stabilitas pasar jelang libur akhir tahun serta mengamankan kebutuhan masyarakat hingga masuk periode panen berikutnya," ucapnya.

Editor : Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut