get app
inews
Aa Text
Read Next : Mayor Anda Rohanda Gugur dalam Tugas: Duka Mendalam Sambut Kepulangannya ke Desa Cinunuk

Cerdas! Ibu Muda di Garut Bangun Usaha Digital Berbasis Sampah

Jum'at, 28 November 2025 | 19:52 WIB
header img
Septiana Ike Puspitasari mengubah sampah jadi alat tukar untuk pulsa dan kebutuhan harian. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Di sebuah perkampungan di Kabupaten Garut, Septiana Ike Puspitasari atau Ikeu menunjukkan bagaimana keterbatasan justru dapat melahirkan inovasi. Bermula dari usaha kecil berjualan produk digital seperti pulsa, paket data, dan token listrik melalui aplikasi Mitra Bukalapak, perempuan ini kini menciptakan model bisnis berbasis barter sampah yang berdampak luas bagi masyarakat sekitar.

Sampah Jadi Alat Tukar untuk Pulsa dan Kebutuhan Harian

Tak seperti warung pada umumnya, Ikeu menerima pembayaran menggunakan sampah anorganik, mulai dari botol plastik, kardus, hingga kertas bekas. Setiap barang yang dibawa warga ia pilah, bersihkan, lalu jual ke pengepul. Hasil penjualan sampah itu dikonversi menjadi saldo yang bisa dipakai untuk pembelian produk digital atau kebutuhan pokok melalui aplikasi.

Bagi warga yang kesulitan akses warung atau kekurangan uang tunai, metode ini menjadi solusi nyata. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi aset ekonomi yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau tetangga tidak punya uang, mereka bawa barang bekas. Yang penting halal, dan semua bisa terbantu,” ujar Ikeu.

Didukung Pelatihan Sinau Hero dan Komunitas Juwara

Inovasi Ikeu bukan hanya lahir dari pengalaman, tetapi juga hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari program Sinau Hero, pelatihan rutin Mitra Bukalapak terkait manajemen sampah. Di sana ia mempelajari pemilahan, penilaian jenis sampah, hingga pengolahan awal sebelum dijual.

Dari Komunitas Juwara, ia mendapat materi pengembangan usaha, mulai dari pencatatan keuangan, pelayanan pelanggan, hingga strategi usaha mikro berbasis digital. Perpaduan dua ruang belajar ini membangun kapasitas Ikeu untuk mengelola bisnis berkelanjutan dengan dampak lingkungan yang nyata.

“Modal saya adalah kepercayaan. Kalau pelanggan merasa aman dan terbantu, mereka pasti kembali,” tuturnya.

Model Usaha yang Mengubah Wajah Lingkungan

Metode barter sampah yang ia jalankan kini menjadi kebiasaan baru. Warga rutin menukar botol plastik untuk mendapatkan pulsa atau token listrik. Lingkungan perlahan menjadi lebih bersih, sampah berkurang, dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski uang tunai terbatas.

Inovasi ini juga mengantarkan Ikeu meraih Juara 2 PUJAAN Vol. 4, disertai tambahan modal usaha Rp15 juta. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa perempuan dengan keterbatasan ekonomi tetap bisa berkembang saat diberikan akses dan kepercayaan.

Katalisator Perubahan di Garut

Melalui ketekunan dan dukungan teknologi digital, Ikeu kini menjadi teladan pemberdayaan perempuan sekaligus agen perubahan lingkungan. Usaha kecilnya bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi menciptakan ekosistem sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Usaha itu bukan hanya soal untung, tapi soal tumbuh bersama,” katanya.

Dari rumah sederhana di Garut, Ikeu melangkah menuju masa depan yang lebih hijau dan sejahtera, sembari menggerakkan masyarakat sekitarnya untuk ikut berubah.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut