Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jabar Bergerak Lawan Kejahatan Jalanan! Dedi Mulyadi Gandeng Polisi, Ojol, dan Warga Buru Begal
Advertisement . Scroll to see content

Moratorium Hutan KDM Dipuji: Dedi Mulyadi Dianggap Contoh Kepala Daerah Peduli Alam

Kamis, 04 Desember 2025 | 15:00 WIB
  • author Susana
Moratorium Hutan KDM Dipuji: Dedi Mulyadi Dianggap Contoh Kepala Daerah Peduli Alam
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: M Rafki)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menegaskan bahwa Indonesia memerlukan lebih banyak kepala daerah yang memiliki kepedulian kuat terhadap lingkungan, sebagaimana yang ditunjukkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologis yang melanda berbagai wilayah Indonesia, mulai dari banjir, longsor, hingga kekeringan. Toto menilai kebijakan Gubernur KDM menunjukkan kepemimpinan tegas yang berpihak pada kelestarian lingkungan.

Hal itu disampaikan Toto di Jakarta, Rabu (3/12/2025), merespons kebijakan cepat Gubernur KDM yang memberlakukan moratorium penebangan hutan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Moratorium Penebangan Hutan: Langkah Berani Gubernur KDM

Menurut Toto, kebijakan tersebut merupakan keputusan strategis untuk mencegah bencana alam jangka panjang.

“Apa yang dilakukan Kang Dedi adalah respons cepat sekaligus ketegasan dalam menghadapi potensi bencana. Ini pilihan sikap yang harusnya menginspirasi kepala daerah lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kepedulian Gubernur KDM terhadap lingkungan bukanlah sikap sesaat. Dedi Mulyadi sudah lama dikenal sebagai pemimpin yang konsisten menjaga tradisi lokal Sunda yang menempatkan alam sebagai bagian yang harus dijaga.

Filosofi leluhur Sunda seperti leuweung kudu caian, sagara kudu awian, lengkob kudu balongan, lebak kudu sawahan kerap ia jadikan dasar dalam merumuskan kebijakan publik.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut