Air Sungai Citarum Meluap, Banjir Mendadak Kepung Desa Cilampeni dalam Hitungan Menit
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Banjir mendadak merendam Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, pada Kamis (4/12/2025) sore akibat meluapnya aliran Sungai Citarum.
Ketinggian air naik cepat hanya dalam hitungan menit, membuat warga tak sempat menyelamatkan barang-barang.
Koko Qorib (70), warga setempat, mengaku air mulai naik sekitar pukul 18.00 WIB saat hujan turun dengan intensitas ringan.
“Hujannya mah enggak deres, cuma hujan aja dari siang. Jam 6 mulai naik, dikira enggak bakal tinggi,” ujarnya Jumat (5/12/2025)
Namun situasi berubah cepat. Menjelang pukul 19.00, air mendadak deras dan langsung masuk ke pemukiman.
“Jam 7 itu udah sepinggang, mau ke perut lah orang dewasa. Mungkin ada satu meter. Saya enggak bisa apa-apa, enggak ada yang bisa diselamatin,” katanya.
Menurut Koko, arus dari arah Sungai Citarum sangat kuat sehingga air menghantam kawasan pemukiman secara tiba-tiba.
Dalam kondisi panik, Koko hanya sempat menaikkan sebagian barang ke atas meja. Bahkan itu pun tak bertahan lama.
“Sekitar jam 7 juga meja ikut mengambang. Kulkas, kasur, sama barang-barang kebawa arus,” ujarnya.
Ketinggian air terus meningkat hingga hampir sedada sebelum akhirnya ia memilih mengungsi pada pukul 20.00 WIB.
Banjir baru mulai surut sekitar pukul 05.00 WIB, meski masih menyisakan genangan setinggi lutut hingga sekitar tengah hari. Koko menyebut seluruh dagangannya rusak.
“Rugi pasti. Sayuran enggak bisa diselamatkan. Kulkas tiga buat jualan juga rusak semua,” ucapnya pasrah.
Ketua RT 08 RW 04, Lasulu (52), membenarkan bahwa lonjakan air terjadi sangat cepat. “Langsung sekaligus naiknya, jadi air langsung banyak,” katanya.
Ia mencatat sekitar 160 KK terdampak, dengan wilayah RT 08 menjadi yang terparah. Hingga Jumat pagi, bantuan belum juga datang.
“Dari pemerintah desa dan pemerintah setempat belum ada bantuan,” ujarnya.
Ia menyebut BPBD hanya mengirimkan perahu karet pada malam kejadian untuk mengevakuasi warga rentan, termasuk seorang ibu yang baru melahirkan.
“Alhamdulillah ibu dan bayinya enggak apa-apa,” kata Lasulu.
Sebagai ketua RT, ia berharap pemerintah segera turun tangan.
“Harapan saya pastilah bantuan untuk warga, mulai dari makanan, pakaian, atau apa pun yang dibutuhkan selama banjir ini. Mudah-mudahan dari desa atau pemerintah setempat bisa secepatnya datang,” ujarnya.
Banjir di Cilampeni ini disebut sejumlah warga sebagai kejadian terburuk dan pertama kalinya air dari Citarum meluap hingga masuk ke rumah-rumah.
Editor : Rizal Fadillah