Angka Pernikahan Terus Anjlok, Atalia Praratya Beri Pengakuan
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Fenomena penurunan angka pernikahan di Indonesia kembali menjadi sorotan DPR. Anggota Komisi VIII, Atalia Praratya, menilai tren tersebut sebagai persoalan serius yang perlu dicermati bersama. Ia juga menegaskan bahwa perjalanan rumah tangganya—termasuk perpisahan dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil—tidak patut dijadikan rujukan.
Isu tersebut disampaikan Atalia dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
“Apa yang terjadi, tentu... apa yang terjadi pada saya tentu bukan menjadi contoh begitu ya,” ucapnya di hadapan peserta rapat.
Menurut Atalia, perhatian publik seharusnya diarahkan pada kecenderungan jangka panjang yang kini terlihat jelas dalam data nasional. “Tapi yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian bagi kita semua bahwa ternyata terkait dengan angka pernikahan ini ternyata terus turun sejak 2013,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar tersebut memaparkan bahwa dalam rentang 2021 hingga 2024, jumlah pernikahan di Indonesia mengalami penurunan sebesar 15,1 persen. Ia menilai angka tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam cara masyarakat memandang dan membangun institusi keluarga.
Atalia juga mengingatkan agar Indonesia tidak mengalami kondisi ekstrem seperti yang terjadi di sejumlah negara lain. “Kita tidak mau seperti Korea Selatan misalkan, ini Korea Selatan ini turun sebanyak 40 persen. Kemudian juga Jepang turunnya 21,1 persen. China juga 20 persen,” katanya.
Meski demikian, ia mengapresiasi berbagai inisiatif Kementerian Agama dalam menyiapkan calon pasangan melalui program pranikah, termasuk “tepuk sakinah” dan pembekalan calon pengantin. Namun, menurutnya, kesiapan sebelum menikah harus dibarengi dengan kemampuan menjaga keutuhan rumah tangga setelahnya.
“Tampaknya ketahanan keluarga juga menjadi penting. Supaya betul-betul khususnya anak muda kita, mereka memiliki istilahnya pembekalan yang baik, begitu,” tuturnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa