Posyandu Lebih Modern, Masyarakat Plered Juga Belajar Kelola Keuangan
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Suasana Balai Kantor Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026), tampak ramai dan berbeda dari hari biasa. Puluhan kader posyandu, ibu-ibu nasabah, kepala desa, tokoh agama, serta perwakilan Muspika Plered hadir sejak pagi untuk mengikuti kegiatan literasi keuangan sekaligus penyerahan bantuan alat kesehatan.
Di satu sisi ruangan, tertata rapi timbangan bayi, timbangan digital dewasa, dan alat pengukur tekanan darah. Di sisi lain, peserta menyimak materi literasi keuangan yang dibawakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini digagas PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura, yang juga menyerahkan bantuan CSR alat kesehatan untuk 16 posyandu di Kecamatan Plered.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi program MBK Ventura oleh Euis Rohmawati, Asisten Regional Manager (ARM) Region VII. Euis menjelaskan legalitas MBK Ventura yang sudah terdaftar dan diawasi OJK, serta mengenalkan berbagai produk pembiayaan yang tersedia. Mulai dari modal kerja, pembiayaan air dan sanitasi, hingga perbaikan tempat usaha. Ia juga memaparkan mekanisme pembiayaan serta solusi perusahaan bagi nasabah yang menghadapi kendala.
Setelah itu, Friska dari OJK memaparkan materi literasi keuangan. Ia mengedukasi masyarakat tentang tugas OJK, cara mengelola keuangan secara bijak, dan pilihan investasi aman. Friska juga mengingatkan agar warga waspada terhadap pinjaman online ilegal dan praktik penipuan digital.
“Sekarang banyak modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga resmi. Masyarakat harus lebih hati-hati, jangan mudah percaya dan selalu cek legalitasnya,” tegas Friska.
Ia memperkenalkan dua prinsip sederhana: legal dan logis. Legal berarti lembaga keuangan harus memiliki izin resmi, sedangkan logis menekankan agar masyarakat tidak tergiur imbal hasil yang tidak masuk akal.
Menurut Friska, kegiatan MBK Ventura bukan sekadar formalitas. Kombinasi edukasi dan bantuan nyata untuk posyandu menjadi langkah tepat sasaran.
“Selain fokus pada pembiayaan, MBK juga memperhatikan kebutuhan masyarakat melalui CSR yang langsung dirasakan manfaatnya,” jelasnya.
Euis Rohmawati tampak berinteraksi dengan kader posyandu yang menerima bantuan. Ia menekankan bahwa program CSR MBK Ventura menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
"Kebetulan memang di sini yang dibutuhkan itu alat posyandu. Itu pun hasil dari kita diskusi dengan pihak kecamatan," katanya.
Bantuan yang disalurkan mencakup timbangan bayi, timbangan digital dewasa, dan alat tensi. Data kebutuhan dihimpun langsung dari desa agar bantuan tepat sasaran.
“Banyak alat posyandu yang sudah tidak layak, jadi kami ganti dengan yang baru. Memang belum semua bisa kami bantu, tapi semoga ke depan bisa bertambah,” ujar Euis.
Selain penyerahan alat, MBK Ventura juga memperkenalkan dirinya sebagai lembaga keuangan legal yang diawasi OJK, sekaligus mengedukasi masyarakat memilih pinjaman aman dan terhindar dari praktik ilegal. Euis juga memaparkan bahwa MBK Ventura sebelumnya telah menyalurkan berbagai CSR di Plered, seperti pembangunan kamar mandi, sumur bor, renovasi fasilitas umum, hingga kegiatan sosial lain.
Apresiasi datang dari Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Plered, Hj. Siti Masitoh. Menurutnya, banyak alat posyandu memang sudah harus diganti.
“Bantuan ini sangat berguna bagi masyarakat. Mudah-mudahan ke depan masih ada program CSR yang berkelanjutan,” kata Hj. Siti Masitoh.
Kader posyandu seperti Ai Nuraeni dari Desa Gandasoli merasa sangat terbantu. Ia bercerita, tidak semua posyandu memiliki perlengkapan lengkap, sehingga pelayanan sering terkendala.
“Semoga dengan bantuan ini pelayanan semakin optimal dan bisa membantu menurunkan angka stunting di Plered,” ungkap Ai penuh harap.
Supervisor MBK Ventura Purwakarta, Annisa, menambahkan bahwa MBK Ventura memiliki lima cabang di wilayah Purwakarta: Wanayasa, Purwamekar, Plered, Sukatani, dan Darangdan. Seluruh produk pembiayaan telah terdaftar dan diawasi OJK.
Meski persyaratan pembiayaan ketat, hal ini dilakukan untuk melindungi nasabah dari risiko pinjaman berlebih. Sistem pembiayaan berbasis kelompok tanpa jaminan ini menekankan prinsip gotong royong dan saling percaya.
“Kami melakukan pengecekan data lebih dulu agar pembiayaan benar-benar membantu usaha, bukan malah menjerat nasabah,” jelas Annisa. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari modal kerja, pembiayaan air dan sanitasi, hingga perbaikan tempat usaha bagi pelaku UMKM.
Menjelang akhir kegiatan, para kader posyandu pulang membawa alat kesehatan baru dengan wajah sumringah. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar barang, tapi harapan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Di Plered hari itu, literasi keuangan bertemu kepedulian sosial. Dari ruang sederhana Balai Desa Cibogogirang, langkah kecil menuju masyarakat sehat dan melek finansial mulai diwujudkan bersama.
Editor : Agung Bakti Sarasa