Tanggap Darurat Bencana Longsor Pasirlangu Berakhir, 74 Jenazah Teridentifikasi
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Status tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berakhir.
Selama 14 hari pascabencana yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026), tercatat ada 48 rumah rata dengan tanah dan 80 warga dilaporkan jadi korban jiwa.
"Status tanggap darurat secara resmi berakhir pada hari ini, 6 Februari 2026, sesuai dengan keputusan Bupati Bandung Barat," kata SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, Jumat (6/2/2026).
Sampai hari keempat belas, tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi sebanyak 94 bodypack dari target 80 korban dalam daftar pencarian.
Semua body pack itu lalu diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk diidentifikasi.
Berdasarkan rilis resmi DVI Polri tertanggal 6 Februari 2026 pukul 14.00 WIB sebanyak 74 korban telah berhasil diidentifikasi dari 77 body pack.
"Untuk body pack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan," sambungnya.
Menurutnya meski masa tanggap darurat sudah dicabut, namun operasi pencarian terhadap korban tertimbun masih terus dilaksanakan dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan dengan pola operasi SAR terbatas.
Pada masa pascarehabilitasi dan rekonstruksi, Basarnas bersama unsur gabungan tetap hadir mendampingi proses yang berjalan di lapangan.
Apabila terdapat informasi atau indikasi baru (penemuan korban) yang disampaikan di lokasi, Basarnas akan terus menindaklanjuti terkait penemuan atau dugaan adanya korban.
Dikatakannya, operasi pencarian telah dilaksanakan secara maksimal dengan dukungan lebih dari 3.100 personel gabungan, alat berat, ambulans, drone, serta unsur K9 yang dikerahkan secara terkoordinasi di seluruh sektor pencarian.
"Luas area pencarian yang mencapai 15,7 hektare, kondisi medan yang masih labil, serta dinamika cuaca menjadi tantangan utama bagi tim gabungan di lapangan," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana