Diam-Diam Mematikan, Strategi Transfer Persib Bandung Bikin Lawan Waspada
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Persib Bandung menutup bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dengan pendekatan yang terukur namun sarat makna strategis.
Manajemen Maung Bandung memilih langkah selektif tanpa manuver besar, tetapi setiap keputusan yang diambil memiliki dampak jangka menengah, baik untuk persaingan domestik maupun kompetisi Asia.
Alih-alih melakukan perombakan besar-besaran, Persib fokus menyempurnakan komposisi skuad yang sudah terbentuk sejak awal musim. Strategi ini membuat tim tetap kompetitif sekaligus menjaga stabilitas ruang ganti yang menjadi kunci konsistensi performa.
Perombakan Dimulai Sejak Akhir Putaran Pertama
Perubahan skuad Persib sejatinya sudah dimulai sejak berakhirnya putaran pertama Super League 2025/2026. Klub memutuskan melepas Wiliam Marcilio, langkah yang sekaligus membuka satu slot pemain asing.
Slot tersebut tidak dibiarkan kosong terlalu lama. Manajemen bergerak cepat dan terukur untuk mengisi kebutuhan tim, khususnya di sektor pertahanan kiri yang sebelumnya minim opsi.
Layvin Kurzawa Jadi Transfer Paling Menyita Perhatian
Persib Bandung kemudian mendatangkan Layvin Kurzawa, mantan bek Paris Saint-Germain, yang langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Kedatangan Kurzawa disebut sebagai salah satu transfer terbesar di paruh musim Super League 2025/2026.
Lebih dari sekadar tambahan teknis di lapangan, Kurzawa membawa efek psikologis yang signifikan bagi tim. Pengalaman panjangnya bermain di level tertinggi Eropa diharapkan mampu meningkatkan mental bertanding dan kepercayaan diri para pemain Persib, khususnya pemain lokal.
Manajemen menegaskan bahwa Kurzawa direkrut bukan hanya karena nama besar, melainkan untuk menjawab kebutuhan nyata tim di sektor bek kiri, posisi yang sebelumnya kerap mengalami keterbatasan pilihan.
Kejutan dari Pemain Lokal Berlabel Timnas
Tak hanya fokus pada pemain asing, Persib juga membuat kejutan dengan mendatangkan pemain lokal berlabel Timnas Indonesia. Salah satu nama yang kembali ke Bandung adalah Dedi Kusnandar, yang dipanggil pulang setelah menyelesaikan masa peminjaman bersama Bhayangkara FC.
Kembalinya Dedi Kusnandar memberikan tambahan kedalaman di lini tengah, sekaligus menghadirkan sosok berpengalaman yang memahami karakter permainan Persib dan atmosfer kompetisi nasional.
Dengan strategi transfer yang cermat dan minim risiko, Persib Bandung menunjukkan komitmen menjaga keseimbangan antara ambisi juara dan stabilitas tim.
Langkah ini mempertegas bahwa Maung Bandung tidak sekadar berburu nama besar, tetapi membangun skuad yang solid dan berkelanjutan.
Editor : Rizal Fadillah