Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Keamanan Pangan Disorot, Operasional 88 Seoul Bandung Resmi Dihentikan Sementara
Advertisement . Scroll to see content

Sentuhan Jari Penembus Langit: Perjuangan Pemuda Bandung Belajar Al-Qur'an dalam Gelap

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:49 WIB
  • author Muhammad Rafki Razif
Sentuhan Jari Penembus Langit: Perjuangan Pemuda Bandung Belajar Al-Qur'an dalam Gelap
Kisah Saefudin Fajar Putra (27), seorang siswa di Sentra Wyata Guna Bandung yang kini mulai mampu membaca Al-Qur'an Braille setelah melalui proses belajar yang penuh kesabaran. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Keterbatasan penglihatan nyatanya bukan tembok penghalang bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Hal inilah yang dibuktikan oleh Saefudin Fajar Putra. Di usianya yang menginjak 27 tahun, pemuda yang akrab disapa Fajar ini menunjukkan bahwa ketekunan mampu mengubah rabaan jemari menjadi lantunan ayat suci yang syahdu.

Menjadi siswa di Sentra Wyata Guna Bandung, Fajar kini mulai memanen buah dari kesabarannya. Hanya dalam kurun waktu empat bulan, ia bertransformasi dari seseorang yang buta aksara Arab hingga kini mampu melafalkan Al-Qur’an Braille dengan lancar.

“Alhamdulillah sekarang Fajar sudah bisa baca tulis Al-Qur’an Braille. Barusan juga sudah dicoba membaca salah satu surat pendek,” ujar Tine Gustini, instruktur Al-Qur’an Braille di Wyata Guna, Sabtu (7/3/2026).

Sentuhan Personal di Balik Titik Timbul

Mengajar penyandang disabilitas netra memiliki seni tersendiri. Menurut Tine, meski secara materi serupa dengan belajar mengaji pada umumnya—dimulai dari mengenal huruf hijaiyah di tingkat Iqra hingga tanda baca—metode penyampaiannya harus sangat spesifik.

Jika di sekolah formal guru mengajar satu kelas secara bersamaan, di Wyata Guna, pendekatan individu adalah kunci. Fokus utama adalah memastikan setiap siswa benar-benar meresapi setiap titik Braille di bawah ujung jari mereka.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut