get app
inews
Aa Text
Read Next : Ustadz Deni Firmansyah: Sosok yang Memilih Lapar Asalkan Anak-anak Tetap Bisa Mengaji

Belajar dari Kasus Babakan Ciparay: Farhan Minta Sistem Respons Bencana Bandung Dievaluasi

Selasa, 10 Februari 2026 | 13:58 WIB
header img
Farhan Tekankan Respons Cepat BPBD dan Damkar dalam Penanganan Bencana di Bandung. (Foto:Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id  - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) untuk semakin sensitif dan sigap dalam memberikan layanan kepada masyarakat setiap kali terjadi bencana.

“Pada saat bersamaan, saya pun ingin memberikan penekanan kepada BPBD dan Dangkarmat agar betul-betul sensitif, bergerak cepat memberikan layanan kepada setiap kejadian bencana,” ujar Farhan dikutip, Selasa (10/2/2026).

Ia mengingatkan, setiap hari Kota Bandung dihadapkan pada berbagai peristiwa, baik bencana alam maupun bencana yang dipicu oleh faktor manusia. 

Oleh karena itu, sistem respons cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Menurut Farhan, sejauh ini pelayanan dari BPBD dan Damkarmatan sudah menunjukkan kinerja yang baik. Ia menilai respons cepat dan penyelesaian yang sigap menjadi kekuatan utama dalam menjaga keselamatan warga.

“Sampai saat ini kita masih bisa melihat sebuah layanan yang sangat baik dari BPBD maupun dari Damkar dengan respons yang cepat dan penyelesaian yang cepat juga,” katanya.

Namun demikian, Farhan mengingatkan bahwa banyak kejadian di lingkungan masyarakat yang kerap luput dari perhatian atau tidak segera dilaporkan. Padahal, kecepatan informasi menjadi faktor krusial dalam penanganan darurat.

Ia mencontohkan sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini, seperti kecelakaan warga yang tenggelam di wilayah Binong, kejadian rumah roboh, hingga kebakaran di Babakan Ciparay. Peristiwa-peristiwa tersebut, menurutnya, harus menjadi peringatan bagi seluruh jajaran pemerintah.

“Kejadian kebakaran di Babakan Ciparay yang lalu adalah sebuah peringatan bagi kita agar selalu waspada dan menangani masalah dengan cepat dan tuntas,” tegasnya.

Farhan menyebut, bencana tidak hanya soal penanganan saat kejadian, tetapi juga kesiapan sebelum bencana terjadi. Edukasi masyarakat, pemetaan risiko wilayah, serta kesiapan personel dan peralatan harus terus diperkuat.

Ia juga meminta aparat kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, untuk aktif berkoordinasi dengan BPBD dan Damkar dalam memantau potensi kerawanan di masing-masing wilayah. Dengan pendekatan kewilayahan, setiap potensi bencana dapat dideteksi lebih awal. 

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut