Tanggul Cisunggalah Jebol, Warga Bojong Keusik Terima Bantuan Pascabanjir
Akses Jalan Tertutup Lumpur dan Material
Habibi menjelaskan, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga membawa material seperti lumpur, bambu, kayu, hingga rongsokan yang menutup akses jalan lingkungan. Kondisi tersebut menghambat mobilitas warga serta memperlambat proses pembersihan pascabanjir.
“Air bah membawa lumpur dan material hingga menutup jalan kampung, sehingga warga kesulitan beraktivitas dan membersihkan rumah,” katanya.
Dorong Perbaikan Tanggul Cisunggalah
Selain penyaluran bantuan logistik, pihaknya juga mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada korban banjir, terutama warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.
Rumah Aspirasi juga meminta agar perbaikan tanggul Sungai Cisunggalah segera dilakukan guna mencegah banjir susulan di Majalaya.
“Perbaikan tanggul sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali menimpa warga Bojong Keusik dan sekitarnya,” tegasnya.
Warga Masih Bersihkan Rumah
Sejumlah warga mengaku banjir datang secara tiba-tiba pada malam hari, sehingga banyak barang rumah tangga rusak dan tidak sempat diselamatkan. Hingga kini, sebagian warga masih memilih mengungsi karena kondisi rumah belum sepenuhnya layak huni.
Proses pembersihan lumpur masih terus dilakukan secara gotong royong, sementara bantuan logistik diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascabencana.
Editor : Rizal Fadillah