get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Pencabutan Status, Ini Penjelasan Pemkot soal SMAN 1 Bandung

Duka Bencana Jadi Asa, Anak Yatim Korban Longsor Pasirlangu Dibiayai Kuliah Sampai S1

Senin, 16 Februari 2026 | 11:21 WIB
header img
Kepala SMP Al Ma'arif Nur Hidayah, secara simbolis menerima bantuan beasiswa dari Yayasan Suyoto melalui komunitas pecinta motor Garda Mawar untuk anak yatim di sekolahnya yang jadi korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, KBB. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Anak yatim korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapat bantuan beasiswa.

Beasiswa hingga bangku kuliah S1 diberikan oleh Yayasan Suyoto melalui komunitas pecinta motor Garda Mawar kepada 11 anak yatim yang terdampak akibat bencana longsor yang terjadi pada Sabtu 24 Januari 2026.

"Kami berempati dan berduka citas atas bencana ini. Serta berkomitmen mengawal kesebelas anak yatim tersebut bisa menempuh pendidikan hingga lulus kuliah dengan jurusan yang mereka pilih," kata Ketua Umum Garda Mawar, Fauka Noor Farid usai secara simbolis memberikan bantuan beasiswa, Minggu (15/2/2026).

Pria yang juga merupakan kepala tim khusus presiden ini mengatakan, Garda Mawar hadir di Bandung dalam misi sosial untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Kegiatan ini disaksikan sejumlah pengurus yang sengaja hadir langsung dan turut dihadiri Kepala SMP Al Ma'arif Nur Hidayah tempat anak-anak yang menerima bantuan beasiswa bersekolah.

Selain memberikan bantuan kepada korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, mereka juga memberikan bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan di Kota Bandung. Seperti Panti Asuhan Muhammadiyah yang terletak di Jalan Purnawarman Bandung.

"Pada kesempatan tersebut diserahkan sejumlah bantuan untuk balita dan juga hadiah umroh untuk lima pengurus panti," ucapnya.

Pihaknya akan terus melakukan bakti sosial khusus di wilayah Jawa Barat setelah Idul Fitri tahun ini. Rencananya akan menyasar daerah-daerah yang perlu bantuan baik dalam urusan kesehatan ataupun keagamaan.

Garda Mawar menurutnya akan membantu beragam rumah ibadah seperti Masjid, Pura, Gereja, Vihara maupun Kelenteng yang dirasa perlu dibantu. Semua dibantu tanpa membeda-bedakan, karena semua Bhineka Tunggal Ika.

"Kebahagiaan yang hakiki itu apabila kita sudah bisa membahagiakan orang lain dan berbagilah saat engkau bisa berbagi," tuturnya.

Kepala SMP Al Ma'arif Nur Hidayah, Dede Lili Sudarsono merasa sangat terharu dengan adanya bantuan dan  beasiswa yang diberikan Yayasan Suyoto melalui komunitas pecinta motor Garda Mawar.

Ia merasa anak-anak didiknya tersebut memang layak untuk mendapatkan bantuan.

"Kami merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada Garda Mawar yang sudah memperhatikan masa depan pendidikan anak murid di lingkungan sekolah kami," ujarnya.

Saat ini di sekolah SMP Al Ma'arif Nur Hidayah terdapat 170 siswa yang tengah menempuh pendidikan. Sekolah tersebut hanya berjarak sekira satu kilometer dari lokasi bencana longsor.

Tak heran jika siswa di sekolah tersebut banyak berasal dari keluarga korban bencana. Kesebelas siswa ini ada yang seluruh anggota keluarganya meninggal, ada juga yang hanya ibu atau ayahnya saja yang meninggal.

"Saya berharap anak-anak di sekolah kami terutama yang menerima beasiswa bisa menempuh pendidikan dengan lebih baik," harap Dede.

Sementara itu Ketua Pelaksana kegiatan bakti sosial Garda Mawar Goes to Bandung, Fajrika menyebutkan, komunitasnya sangat terbuka untuk siapapun yang ingin bergabung. Yakni dengan mengakses website www.gardamawar.org.

"Kami menerima siapapun yang ingin bergabung, syaratnya cuma satu, yakni punya motor," paparnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut