get app
inews
Aa Text
Read Next : 25 Ribu Massa Padati Aksi Solidaritas untuk Palestina di Bandung, Tuntut Hentikan Genosida

Kisah Rosita Istiawan, Aksi Sederhana di Megamendung Bogor Berdampak Nyata bagi Lingkungan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:54 WIB
header img
Rosita Istiawan (baju hijau dan celana panjang putih), berbagi kisah inspiratif kepada peserta “Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes”. (FOTO: ISTIMEWA)

BOGOR - Dampak perubahan iklim di Indonesia terasa meningkat. Dari cuaca ekstrem hingga tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup. Karena itu, kebutuhan akan aksi iklim berkelanjutan semakin mendesak. Perubahan berdampak tidak selalu harus dimulai dari kebijakan berskala besar. 

Di banyak kasus, solusi justru tumbuh dari ruang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, dari rumah, komunitas, dan kebiasaan sehari-hari. Dalam konteks ini, perempuan memegang peran kunci sebagai agen perubahan. 

Survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (Rimba) pada 2026 menunjukkan, 82 persen Generasi Z di Indonesia peduli terhadap pelestarian lingkungan. Sebesar 85 persen Gen Z memandang perlindungan alam sebagai prioritas nasional. 

Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran iklim tumbuh kuat di level komunitas. Di level ini, perempuan sering menjadi penggerak nilai, kebiasaan, dan keputusan sehari-hari yang berkelanjutan.

Berangkat dari pemahaman tersebut, untuk menyambut International Women’s Day setiap 8 Maret, Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) memperkuat komitmennya melalui inisiatif “Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes”. 

Inisiatif ini dirancang sebagai komitmen jangka panjang untuk memberdayakan perempuan sebagai penggerak utama aksi iklim berbasis komunitas, sekaligus memperluas dampak keberlanjutan yang relevan dengan konteks lokal Indonesia.

Berawal dari kegelisahan melihat ruang hijau di sekitarnya semakin menyempit, salah satu sosok yang dihadirkan adalah Rosita Istiawan, pegiat lingkungan berbasis komunitas.

Rosita telah berhasil mengembangkan lebih dari 30 hektare hutan organik di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor. 

Dari total luas lahan tersebut, terbentuk 20 kelompok tani dengan masing-masing beranggotakan 20–30 orang, yang sebagian besar merupakan perempuan. 

Rosita meyakini, pemberdayaan perempuan memiliki efek berlipat, karena apa yang dimulai dari satu orang dapat menyebar ke keluarga dan komunitas. 

Editor : Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut