get app
inews
Aa Text
Read Next : Lima Alasan Harus Memilih éL Hotel Bandung

Akses Cepat dan Event Rutin Tingkatkan Pemesanan Hotel di Bandung

Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:02 WIB
header img
Hotel di Bandung. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Permintaan hotel di Bandung mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya okupansi hotel sangat bergantung pada musim liburan atau long weekend, kini permintaan kamar lebih merata sepanjang tahun. Perubahan ini didorong oleh meningkatnya perjalanan singkat (short stay), wisata akhir pekan, aktivitas pendidikan, dan berbagai event rutin di kota ini.

“Bandung bertransformasi dari kota liburan menjadi destinasi dengan permintaan rutin. Tamu kini datang lebih sering dengan durasi menginap lebih singkat. Bagi hotel, ini berarti okupansi yang lebih stabil sepanjang bulan,” ujar Ronald Tjandra, General Manager Area West & Central Java, RedDoorz.

Durasi Menginap dan Perilaku Tamu Bergeser

Data RedDoorz menunjukkan bahwa 96% pemesanan kamar didominasi durasi satu hingga dua malam, sementara 80% pemesanan dilakukan secara last-minute. Tren ini menegaskan bahwa Bandung kini semakin populer sebagai destinasi short getaway, bukan sekadar perjalanan liburan panjang.

Preferensi tamu juga bergeser ke akomodasi bernilai terbaik, dengan pertimbangan harga terjangkau, lokasi strategis, dan kemudahan pemesanan digital. Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan hotel budget yang melayani kebutuhan perjalanan singkat.

Dampak Positif pada Kinerja Hotel

Distribusi permintaan yang lebih merata berdampak positif pada bisnis hotel. Sejumlah mitra RedDoorz di Bandung mencatat peningkatan okupansi, pendapatan bulanan lebih stabil, serta jangkauan distribusi online yang lebih luas.

“Bergabung dengan multi-brand RedDoorz URBANVIEW sejak Februari 2024, penjualan kamar meningkat lebih dari 3.300 sepanjang 2025 dan pendapatan hotel naik hingga 33%,” ujar Tri Martini, pemilik URBANVIEW Hotel 3m Syariah Bandung.

Saat ini, RedDoorz bermitra dengan lebih dari 200 hotel independen di Bandung. Pada periode Natal dan Tahun Baru 2025, kota ini mencatat lonjakan pemesanan hingga 21.000 kamar, naik 18% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Infrastruktur dan Aksesibilitas Dorong Mobilitas Wisatawan

Struktur kota Bandung mendukung permintaan hotel yang kuat. Kedekatan dengan Jakarta, ekosistem pendidikan besar, agenda event aktif, serta daya tarik kuliner dan lifestyle menciptakan arus kunjungan berulang.

Faktor tambahan adalah pembangunan infrastruktur, seperti kereta cepat Whoosh Jakarta–Bandung, yang sepanjang Januari–Oktober 2025 melayani lebih dari 5,1 juta penumpang, naik 6,3% dibanding tahun sebelumnya.

Ke depan, pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) yang akan dimulai 2026 diharapkan mengurai kemacetan, mempercepat mobilitas, dan memberi dampak positif pada ekonomi, termasuk industri perhotelan dan pariwisata.

Strategi Hotel Berbasis Lokal Jadi Kunci

RedDoorz menekankan strategi berbasis lokal sebagai kunci pertumbuhan. Dengan pemanfaatan data permintaan, optimasi harga berbasis teknologi, dan distribusi digital luas, hotel independen dapat meningkatkan daya saing dan profitabilitas.

“Memahami perilaku tamu di tingkat kota dengan dukungan tim lokal profesional membantu hotel menetapkan strategi harga dan pemasaran tepat. Bandung menunjukkan bahwa permintaan konsisten bisa menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang,” tutup Ronald.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut