Farhan Ajak Warga Makmurkan Masjid dan Perkuat Silaturahmi saat Ramadan
Selain itu, Farhan menekankan fungsi Masjid Agung sebagai ruang tanpa sekat formal. Di dalam masjid semua jamaah setara.
“Di masjid tidak ada perbedaan. Mau saya presiden sekalipun, kalau menjadi makmum, tetap berdiri sejajar di belakang imam. Tidak ada saf khusus karena jabatan,” jelasnya.
Di luar itu, Farhan menyoroti makna Ramadan sebagai momentum membangun disiplin, baik secara spiritual maupun fisik. Penyesuaian jam kerja selama Ramadan, menurutnya bukan untuk mengurangi produktivitas melainkan memberi ruang lebih untuk ibadah dan memperkuat silaturahmi keluarga.
“Jam kerja maksimal sampai pukul 16.00 WIB agar ada waktu mempersiapkan buka puasa bersama keluarga. Ini bukan mengurangi kerja, tapi menambah nilai ibadah dan kebersamaan,” jelasnya.
Farhan pun membagikan rutinitas pribadinya selama Ramadan. Ia memilih tidur lebih awal agar dapat bangun pukul 03.00 WIB untuk sahur dan ibadah. Menurutnya, disiplin selama 30 hari Ramadan tidak hanya memperbaiki spiritualitas, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan tubuh.
Editor : Abdul Basir