get app
inews
Aa Text
Read Next : Bukan Sekadar Teknis, Nurul Arifin Sebut Sampah Bandung Adalah Masalah Sistemik

Ribuan Mahasiswa Indonesia Jawab Tantangan Atasi Sampah lewat Kompetisi Kemasan Berkelanjutan

Kamis, 05 Maret 2026 | 06:05 WIB
header img
Lima finalis #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition foto bersama dewan juri. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ribuan mahasiswa Indonesia menjawab tantangan mengatasi masalah sampah lewat ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition atau Kompetisi Bisnis Kemasan Berkelanjutan.

Ajang ini merupakan kompetisi bisnis yang dirancang untuk mendorong generasi muda Indonesia menjadi agen perubahan dalam pengelolaan kemasan lebih sirkular dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Puncak kompetisi yang digelar Nestlé Indonesia itu diselenggarakan pada 16 Februari 2026 melalui presentasi final secara luar jaringan (luring) atau offline.

Para peserta mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri, yakni, Founder & CEO Waste4Change M Bijaksana Junerosano; CEO & Co-Founder Rekosistem Ernest Layman; Chair of the Management Board Indonesia Packaging Recovery Organization Reza Andreanto; dan Head of Packaging Nestlé Indonesia Emiliana Yulianti.

Kompetisi ini bertujuan untuk menjawab tantangan kemasan berkelanjutan di Indonesia yang tidak hanya terletak pada desain dan material, tetapi juga kesenjangan antara potensi daur ulang dan realitas pengelolaan sampah pasca-konsumsi. 

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah setiap tahun.

Kemasan plastik menyumbang sekitar 19 persen dari total timbulan sampah nasional. Namun, tingkat daur ulang sampah baru mencapai sekitar 14 persen. Sekitar 40 persen sampah belum terkelola secara optimal.

Tantangan pascakonsumsi tersebut juga berkaitan dengan kesiapan sistem dan kebiasaan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. 

Dari total sampah tahunan yang dihasilkan, SIPSN juga mencatat hanya 30 persen sampah yang dikelola melalui sistem formal pemerintah daerah. 

Sementara sekitar 58 persen rumah tangga belum melakukan pemilahan sampah secara konsisten. 

Kondisi ini menegaskan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan inovasi kemasan, penguatan sistem, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas pengelolaan sampah.

Demi Generasi Mendatang

Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo mengatakan, Nestlé Indonesia menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition.

Kompetisi ini, kata Antonio, bagian dari komitmen global Nestlé untuk membantu melindungi, memperbaiki, dan memperbaharui sumber daya alam demi generasi mendatang. 

“Nestlé Indonesia terus berkomitmen dalam menciptakan nilai bersama dan merealisasikan komitmen peta jalan keberlanjutan kami," kata Antonio. 

Menurut Antonio, hal yang paling menginspirasi saat ini adalah melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang selaras dengan tujuan Nestlé Indonesia. 

Mereka, ujarnya, menghadirkan ide-ide berbasis riset yang tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga mendorong Nestlé Indonesia untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh. 

Antonio menilai, kreativitas dan kedalaman analisis mereka membuktikan bahwa generasi penerus siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan. 

"Saya menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para pemenang kompetisi business case ini, serta kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Setiap kontribusi yang diberikan menghadirkan wawasan berharga yang semakin memperkuat dan mempercepat perjalanan keberlanjutan kami demi generasi mendatang,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, tutur Antonio, lebih dari sekadar kompetisi, #GreenGeneration menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan asosiasi industri penghasil sampah kemasan. 

Inisiatif ini sejalan dengan peta jalan pengurangan sampah plastik nasional yang menempatkan sektor manufaktur, layanan makanan dan minuman, dan ritel sebagai area prioritas. 

"Mengusung tema “Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products”, program ini mendorong generasi muda untuk menghadirkan solusi yang memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan jangka panjang," tutur Antonio.

Dia mengatakan, #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition diikuti lebih dari 3.600 mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik di seluruh Indonesia. 

Mereka tergabung dalam 1.355 tim dan mengikuti proses seleksi yang menitikberatkan pada kualitas ide, relevansi terhadap tantangan nasional, dan potensi implementasi. 

Setelah melalui tahapan itu, jumlah peserta mengerucut menjadi 20 tim finalis atau sekitar 60 mahasiswa. 

"Akhirnya, terpilih lima tim terbaik yang mempresentasikan solusi mereka secara langsung pada babak final," ucapnya.

Keterlibatan Generasi Muda Perkuat Solusi Lingkungan 

Founder & CEO Waste4Change M Bijaksana Junerosano turut terlibat sebagai salah satu dewan juri dalam kompetisi ini. 

Menurut Bijaksana, keterlibatan generasi muda dalam inisiatif seperti #GreenGeneration merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem solusi lingkungan di Indonesia. 

“Keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah menjadi semakin krusial, mengingat sebagian besar persoalan lingkungan saat ini bersifat sistemik dan membutuhkan pendekatan lintas sektor," kata Bijaksana. 

Dia menilai, #GreenGeneration menunjukkan ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dapat mendorong lahirnya solusi lebih kontekstual dan aplikatif. 

"Ide yang dibangun berbasis data serta pemahaman realitas di lapangan, memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada penguatan sistem pengelolaan sampah nasional,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan tim pemenang menyampaikan bahwa partisipasi dalam #GreenGeneration tidak hanya memberikan pengalaman kompetisi, tetapi juga memperluas perspektif mereka terhadap kompleksitas isu keberlanjutan. 

“Melalui proyek PackBack, kami menyadari bahwa permasalahan sampah di Indonesia bukan sekadar isu kesadaran, tetapi persoalan sistem yang masih terfragmentasi dan belum terintegrasi menyeluruh," kata perwakilan Tim Greenfluence, juara pertama Nestlé Indonesia #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition 2026 

Dia menjelaskan, proyek PayBack menitikberatkan pada mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam ekosistem yang relevan dengan kondisi dan perilaku masyarakat Indonesia. 

"Secara keseluruhan, kompetisi #GreenGeneration dari Nestlé Indonesia mendorong kami untuk merancang solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga kontekstual, terukur, dan siap diimplementasikan,” ujarnya.

Melalui kompetisi ini, lima tim finalis terbaik #GreenGeneration memperoleh apresiasi berupa penghargaan serta dukungan pengembangan sebagai bentuk pengakuan atas ide dan solusi yang telah dikembangkan. 

Nestlé Indonesia berharap apresiasi ini dapat menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus berperan aktif dalam menghadirkan inovasi keberlanjutan yang aplikatif dan dapat dikembangkan lebih lanjut.

#GreenGeneration merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Nestlé sebagai perusahaan ‘Good food, Good life’ dalam mendukung upaya perlindungan lingkungan dan pengelolaan kemasan yang bertanggung jawab. 

Sejalan dengan komitmen global Nestlé, perusahaan terus mendorong berbagai inisiatif untuk mengurangi penggunaan plastik, menerapkan prinsip design for recycling, meningkatkan penyerapan dan pengelolaan kembali sampah kemasan.

Ini upaya bersama dalam mewujudkan sistem pangan dan kemasan yang lebih berkelanjutan bagi generasi saat ini dan mendatang.

Editor : Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut