Tak Sekadar Medis, Perawatan Perempuan Kini Sentuh Aspek Mental dan Emosional
Menurutnya, banyak perempuan mengalami perubahan fisik dan fungsi tubuh, baik setelah melahirkan maupun seiring bertambahnya usia, yang sering kali belum tertangani secara optimal.
“Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional,” jelasnya.
Sementara itu, dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, dr. Maria Clarissa Wiraputranto, menyoroti hubungan erat antara kondisi kulit dan perubahan hormonal pada perempuan.
Ia menjelaskan, fluktuasi hormon seperti estrogen, progesteron, dan androgen dapat memengaruhi kondisi kulit, mulai dari jerawat, hiperpigmentasi saat kehamilan, hingga penurunan elastisitas kulit menjelang menopause.
“Perubahan pada kulit tidak selalu disebabkan faktor eksternal, tetapi juga kondisi hormonal di dalam tubuh,” ujarnya.
Karena itu, menurutnya, perawatan kulit perlu dilakukan secara terintegrasi dengan layanan kesehatan perempuan lainnya agar hasilnya lebih optimal.
Di sisi lain, dokter spesialis neurologi, dr. Alifa Dimanti, menekankan pentingnya aspek brain wellness dalam menjaga kualitas hidup perempuan modern.
Editor : Rizal Fadillah