Bantah Isu Kelalaian, Palawi Risorsis Tegaskan Insiden Pohon Tumbang di Rahong Murni Force Majeure
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Insiden pohon tumbang yang terjadi di kawasan wisata Rahong Grup, Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (28/3/2026), mendapat klarifikasi resmi dari Perhutani Alam Wisata (Palawi) Risorsis.
Pihak pengelola menegaskan bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh faktor alam atau force majeure, bukan akibat kelalaian pengelolaan.
General Manager Area Bisnis Wisata Wilayah Barat Palawi Risorsis, Yuyu Rahayu, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi di area mitra kerja sama Sora Cai, saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut secara tiba-tiba.
“Ini murni faktor alam. Intensitas hujan sangat tinggi, disertai angin kencang dan petir dalam waktu bersamaan. Kondisi seperti ini tidak bisa diprediksi secara pasti dan berada di luar kendali kami,” ujar Yuyu, Minggu (29/3/2026).
Cuaca Ekstrem Landa Bandung Raya
Menurut Yuyu, fenomena cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di kawasan Rahong, tetapi juga meluas hingga berbagai wilayah di Bandung Raya.
“Kami menerima laporan bahwa pada waktu yang sama, hujan deras dan angin kencang juga terjadi di hampir seluruh wilayah Bandung Raya. Jadi ini bukan kejadian lokal di satu titik saja,” katanya.
Perubahan cuaca yang berlangsung cepat menjadi faktor utama sulitnya prediksi kejadian tersebut.
Mitigasi Sudah Dilakukan Secara Berkala
Pihak Perhutani Alam Wisata (Palawi) Risorsis memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi sebenarnya telah dilakukan secara rutin di kawasan wisata Rahong.
Mulai dari pemantauan kondisi pohon, pemeriksaan lingkungan, hingga pembentukan satuan tugas (satgas) lapangan untuk mengantisipasi potensi risiko bencana.
“Kami memiliki SOP pengamanan yang dijalankan secara berkala. Petugas juga selalu memberikan imbauan kepada pengunjung agar waspada, terutama saat terjadi perubahan cuaca,” jelas Yuyu.
Namun, dalam kejadian ini, kondisi cuaca berubah sangat cepat sehingga tidak memberikan cukup waktu untuk antisipasi lebih lanjut.
Kronologi dan Dampak Insiden
Dalam peristiwa tersebut, tercatat tiga pohon tumbang di dua titik, yakni area parkir Tapak Tiara dan Jalan Raya Pangalengan–Ciwidey.
Salah satu pohon dilaporkan menimpa lima kendaraan, terdiri dari empat mobil milik pengunjung dan satu kendaraan operasional jenis Landy.
Satu orang mengalami luka ringan, yakni sopir kendaraan operasional yang merupakan warga Kampung Waspada, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan.
Tim gabungan dari pengelola dan aparat setempat bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.
“Evakuasi korban menjadi prioritas utama. Setelah itu kami langsung melakukan penanganan kendaraan serta pembersihan jalur,” ujar Yuyu.
Dalam waktu relatif singkat, akses jalan yang sempat tertutup berhasil dibuka kembali dan aktivitas wisata kembali normal.
Bantah Isu Kendaraan Rusak Belasan Unit
Selain klarifikasi soal penyebab kejadian, pihak Palawi juga membantah informasi yang beredar terkait jumlah kendaraan yang mengalami kerusakan.
“Kami sangat menyayangkan adanya informasi yang tidak akurat. Disebutkan kendaraan rusak sampai belasan unit, padahal faktanya tidak demikian,” tegas Yuyu.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan berat hanya terjadi pada satu kendaraan, sementara kendaraan lain hanya terkena ranting kecil tanpa dampak signifikan.
Mediasi dan Evaluasi Ke Depan
Menanggapi keluhan pengunjung, Perhutani Alam Wisata (Palawi) Risorsis bersama pihak kepolisian dari Polsek Pangalengan telah memfasilitasi proses mediasi.
“Kami hadir sebagai penengah untuk memastikan solusi terbaik bagi semua pihak, serta menjaga kenyamanan pengunjung,” kata Yuyu.
Ke depan, pihak pengelola memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di kawasan wisata alam.
“Kami berkomitmen meningkatkan langkah-langkah mitigasi agar keamanan dan kenyamanan pengunjung semakin terjamin,” pungkasnya.
Editor : Rizal Fadillah