get app
inews
Aa Text
Read Next : Paguyuban Pasundan Gelar Silaturahmi, Prof Didi Doakan Palestina dan Iran Selamat dari Ujian

Kronologi Pasutri Hanyut di Jalur Puncak, Motor Selamat Tapi Korban Hilang

Senin, 30 Maret 2026 | 14:31 WIB
header img
Ilustri mayat. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Peristiwa tragis menimpa pasangan suami istri (pasutri) pemudik yang diduga hanyut terseret arus drainase di jalur Jalan Raya Cipanas–Puncak pada Minggu (29/3/2026). Kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi yang berjauhan.

Jenazah sang suami ditemukan lebih dahulu di Desa Majalaya, sementara jenazah sang istri ditemukan keesokan harinya di Waduk Cirata, tepatnya di Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon, pada Senin siang (30/3/2026).

Kronologi Kejadian: Hujan Deras dan Arus Drainase Mematikan

Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat kedua korban tengah melakukan perjalanan mudik dari Bogor menuju Sumedang menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan rekaman CCTV, korban mencoba menyalip kendaraan lain di tengah kondisi hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.

“Keadaan jalan yang dialiri air membuat korban tergeser ke kanan, di mana terdapat selokan dengan arus sangat deras,” ujarnya.

Diduga, kedua korban bersama sepeda motornya langsung terseret masuk ke dalam gorong-gorong yang dipenuhi aliran air deras.

Motor Selamat, Korban Terseret Puluhan Kilometer

Meski sepeda motor berhasil tersangkut dan diamankan warga, kedua korban tidak dapat diselamatkan karena derasnya arus air.

Tim pencarian menemukan bahwa jarak lokasi penemuan korban sangat jauh dari titik awal kejadian di Desa Cipendawa. Hal ini menunjukkan ekstremnya kekuatan arus saat hujan deras berlangsung.

  • Jenazah suami ditemukan di Desa Majalaya (±30 km dari lokasi awal)
  • Jenazah istri ditemukan lebih jauh di Waduk Cirata

“Ini menunjukkan arus air saat itu sangat kuat, sehingga tim SAR harus menyisir hingga puluhan kilometer,” jelas Kapolres.

Kondisi Jenazah Memprihatinkan

Kapolres menyampaikan bahwa kondisi jenazah saat ditemukan cukup memprihatinkan akibat kuatnya hantaman arus.

“Cukup miris. Kedua jenazah ditemukan tanpa busana, kemungkinan akibat hantaman arus yang sangat deras,” ungkapnya.

Kondisi ini semakin menegaskan betapa berbahayanya jalur tersebut saat dilanda hujan ekstrem.

Proses Evakuasi dan Identifikasi di RSUD Sayang

Saat ini, kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Sayang untuk menjalani prosedur medis dan administrasi.

Proses yang dilakukan meliputi:

  • Identifikasi korban
  • Verifikasi penyebab kematian
  • Penerbitan Visum et Repertum

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses pengenalan ciri-ciri fisik.

Apresiasi untuk Tim SAR dan Relawan

Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari Brimobda Polda Jabar, BPBD, Basarnas, hingga perangkat desa setempat.

“Jika tidak bisa menyelamatkan dalam keadaan hidup, kami akan memastikan jenazah dimuliakan melalui proses evakuasi dan identifikasi yang layak,” tegasnya.

Imbauan Keselamatan: Waspada Jalur Rawan Saat Hujan

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pemudik untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur rawan seperti Cipanas–Puncak ketika hujan deras.

Kondisi jalan yang tergenang dan adanya drainase dengan arus kuat dapat menjadi ancaman serius bagi pengendara.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut