Tragis! Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman
“Awalnya cuma minta uang, sekali dikasih, mereka minta lagi sampai Rp500.000,” ungkap Asep Wahyu, adik korban.
Permintaan berulang itu memicu ketegangan hingga akhirnya terjadi keributan di lokasi acara.
Diduga Dikeroyok Lebih dari Dua Orang
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden penganiayaan yang berujung maut tersebut.
Ia menyebut keributan di tengah acara hajatan berubah menjadi aksi kekerasan yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri.
“Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar AKP Enjang, Sabtu (4/4/2026).
Polisi menduga pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih dalam proses pengejaran.
Ditemukan Barang Bukti Bambu di Lokasi Kejadian
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk memukul korban.
Benda tersebut diduga menjadi alat yang menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga akhirnya tidak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit.
“Di TKP kita menemukan sebuah belahan bambu yang diduga dipukulkan ke kepala korban,” katanya.
Editor : Rizal Fadillah