Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan, Pansus 7 DPRD Kota Bandung Bahas Raperda PPLH
Advertisement . Scroll to see content

Krisis Sampah di Kawasan Hulu Kian Parah, Ribuan Ton Setiap Hari Mengancam Lingkungan

Selasa, 07 April 2026 | 13:23 WIB
  • author Susana
Krisis Sampah di Kawasan Hulu Kian Parah, Ribuan Ton Setiap Hari Mengancam Lingkungan
Krisis sampah di kawasan Bogor. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia, terutama di kawasan hulu seperti Puncak. Praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali di wilayah ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu aliran air dan meningkatkan risiko bencana seperti banjir serta longsor.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, timbulan sampah nasional pada 2023 mencapai 56 juta ton per tahun. Namun, hanya sekitar 39 persen yang berhasil dikelola dengan baik. Sisanya masih berakhir di tempat pembuangan terbuka, dibakar, atau bahkan mencemari lingkungan secara langsung.

Bogor Jadi Sorotan, Ribuan Ton Sampah Muncul Tiap Hari

Di tingkat daerah, kondisi serupa terjadi di Kabupaten Bogor. Volume sampah yang mencapai ribuan ton per hari memicu munculnya titik-titik pembuangan liar, khususnya di kawasan penyangga seperti Puncak dan sekitarnya.

Akumulasi sampah ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga memperparah tekanan terhadap kawasan konservasi yang seharusnya dilindungi.

Aksi Nyata: 6 Ton Sampah Diangkat dari Kawasan Megamendung

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sebanyak 70 relawan dari EIGER Adventure Land bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melakukan aksi bersih-bersih di Desa Sukagalih, Megamendung.

Dalam tahap awal, tim berhasil mengangkat sekitar 6 ton sampah atau setara dengan empat truk. Namun, jumlah tersebut baru sebagian kecil dari total timbunan yang diperkirakan mencapai 30 ton di lokasi tersebut.

Proses pembersihan pun direncanakan dilakukan secara bertahap mengingat besarnya volume sampah yang menumpuk.

Bukan Sekadar Bersih-bersih, Tapi Upaya Perubahan Perilaku

Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya soal volume, tetapi juga perilaku masyarakat.

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi akar utama dari permasalahan yang terjadi di kawasan hulu.

“Permasalahan sampah di kawasan seperti Puncak tidak hanya soal volume, tetapi juga perilaku. Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan mulai memilah sampah dari sumbernya,” ujarnya.

Perlu Pendekatan Sistemik, Bukan Sekadar Penanganan Sementara

Pandangan serupa disampaikan oleh Arief Sabdo Yuwono yang menilai bahwa pendekatan konvensional seperti open dumping sudah tidak relevan.

Ia menekankan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, dimulai dari kesadaran masyarakat hingga kebijakan yang berkelanjutan.

“Permasalahan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara lama. Harus ada perubahan sistem dari hulu hingga hilir,” jelasnya.

Menuju Ekowisata Berkelanjutan di Kawasan Hulu

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen EIGER Adventure Land dalam mengembangkan kawasan ekowisata yang tidak hanya berorientasi pada wisata, tetapi juga pelestarian lingkungan.

Ke depan, berbagai inisiatif akan terus dilakukan, mulai dari edukasi masyarakat, penguatan sistem pengelolaan sampah, hingga pembangunan sistem terintegrasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan hulu sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menjadi solusi atas krisis sampah yang kian mendesak.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut