Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Digitalisasi Logistik: Cara Pelaku Usaha di Cimahi Pangkas Biaya Kirim Demi Naik Kelas
Advertisement . Scroll to see content

Perawat RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Orang Lain, Ibu di Cimahi Syok Diminta Jangan Berisik

Kamis, 09 April 2026 | 15:24 WIB
  • author Muhammad Rafki Razif
Perawat RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Orang Lain, Ibu di Cimahi Syok Diminta Jangan Berisik
Nina Salehah. (Foto: M Rafki)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Rasa kecewa dan syok mendalam masih dirasakan oleh Nina Salehah. Ibu asal Jalan Terusan Nanjung, Kota Cimahi ini hampir saja kehilangan bayinya akibat kelalaian prosedur di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (8/4/2026).

Nina mengungkapkan detik-detik mencekam saat perawat di rumah sakit tersebut sempat memberikan bayinya kepada orang lain. Alasan yang diberikan petugas pun dinilai sangat tidak masuk akal.

“Suster bilang tadi sudah dipanggil nama saya, tapi tidak ada respons, jadi bayinya diberikan ke ibu itu,” ujar Nina saat ditemui pada Kamis (9/4/2026).

Keajaiban masih berpihak pada Nina ketika perawat tersebut akhirnya menyadari kesalahan mereka dan mengakui bahwa bayi yang sempat berpindah tangan itu bukan milik orang yang menggendongnya.

“Suster akhirnya bilang itu memang bukan anak ibu tersebut, dan meminta maaf karena salah memberikan bayi,” lanjut Nina.

Kejanggalan Prosedur: Gelang Identitas Sudah Digunting

Nina tidak bisa menyembunyikan amarahnya. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin seorang bayi bisa diserahkan kepada pihak lain tanpa adanya dokumen resmi atau pemeriksaan identitas yang ketat. Apalagi, saat itu surat izin kepulangan belum diterbitkan.

“Saya protes, kenapa bisa begitu saja diberikan. Anak saya sudah ada di luar, padahal surat kepulangan belum ada, belum resmi keluar,” tegasnya.

Hal yang paling membuat Nina terpukul adalah temuan bahwa tanda pengenal utama bayinya telah dihilangkan sebelum diserahkan.

“Bahkan saya dengar gelang identitasnya sudah digunting. Itu yang membuat saya semakin kaget. Saya bilang, ini bukan hal kecil, ini anak saya,” ungkap Nina dengan nada bergetar.

Hanya Diminta Maaf dan Jangan Berisik

Alih-alih mendapatkan penjelasan medis atau administratif yang transparan mengenai kegagalan sistem keamanan tersebut, Nina justru merasa diperlakukan tidak adil. Ia mengaku tidak mendapatkan detail evaluasi dan justru diminta untuk tetap tenang agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Responsnya hanya minta maaf. Tidak ada penjelasan detail. Malah saya diminta untuk tidak berisik,” ujarnya.

Pihak rumah sakit, menurut Nina, hanya menyatakan secara singkat bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan tanpa menjelaskan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Nina mengaku masih mengalami trauma hebat. “Saya masih kepikiran terus. Sampai sekarang juga belum bisa tidur,” ucapnya lirih.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen RSHS Bandung untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait insiden ini guna memastikan pemberitaan yang berimbang.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut