Digitalisasi Logistik: Cara Pelaku Usaha di Cimahi Pangkas Biaya Kirim Demi Naik Kelas
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap berdiri kokoh sebagai tulang punggung penopang stabilitas ekonomi nasional. Namun di era pasar digital yang bergerak serbacepat, menghadirkan produk yang bagus saja tidak lagi cukup. Para pemilik usaha kini dihadapkan pada tantangan besar untuk merapikan manajemen operasional mereka, terutama dalam menjamin rantai pasok dan distribusi barang yang efektif sampai ke tangan konsumen.
Merespons tantangan nyata tersebut, platform mobilitas global inDrive mengambil langkah taktis dengan terlibat langsung dalam inisiatif "UMKM Naik Kelas" di Kota Cimahi. Kehadiran mereka bertujuan untuk menularkan strategi pemanfaatan inovasi digital di bidang pengiriman barang yang dapat mempercepat akselerasi bisnis lokal.
Kolaborasi strategis ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat yang bersinergi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi. Bertempat di kawasan Cimahi Utara, agenda edukatif ini sukses mempertemukan 52 pegiat usaha dari lini bisnis kuliner, industri fesyen, hingga kerajinan tangan guna memperdalam kecakapan teknologi mereka.
Dalam forum tersebut, perwakilan inDrive mengupas tuntas berbagai terobosan yang sengaja diciptakan untuk mempermudah tata kelola logistik harian. Melalui pemaparan interaktif, peserta dibekali panduan praktis mengenai cara mengatasi rumitnya urusan pengiriman, terutama saat permintaan pasar melonjak tinggi dan konsumen menuntut layanan yang serbacepat serta transparan.
Salah satu pilar utama yang diperkenalkan adalah layanan inDrive Courier. Layanan ini membawa angin segar bagi efisiensi anggaran pelaku usaha berkat sistem penentuan tarif yang adil dan transparan. Melalui mekanisme tawar-menawar biaya kirim, pihak penjual dan mitra pengemudi bisa mencapai kesepakatan harga yang saling menguntungkan sebelum barang diberangkatkan. Sistem ini otomatis memberikan kontrol penuh bagi UMKM dalam mengalokasikan anggaran operasional mereka.
Tak hanya soal biaya, aspek keamanan dan kecepatan juga diprioritaskan lewat penyematan sistem pelacakan langsung (real-time tracking). Fitur ini mempermudah penjual memantau posisi paket sekaligus memberikan rasa aman bagi pembeli. Sementara untuk memangkas waktu pengiriman yang menumpuk, opsi Multi-Stop dan Multi-Order hadir sebagai solusi cerdas agar kurir dapat mengantar banyak pesanan sekaligus dalam satu rute perjalanan.
Editor : Agung Bakti Sarasa