get app
inews
Aa Text
Read Next : Menuju Duel Sengit Persib vs Persebaya: Miro Petric Beberkan Program Latihan Khusus

Ratusan BEPers se-Jawa Barat Antusias Latihan Bersama di Saparua Bandung

Sabtu, 18 April 2026 | 13:05 WIB
header img
Ratusan BEPers se-Jawa Barat mengikuti latihan bersama yang digelar KBI dan Kormi Jabar di Lapangan Saparua, Kota Bandung. (FOTO: AGUS WARSUDI)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.com - Ratusan BEPers (pegiat senam bio energy power/BEP) dari berbagai daerah di Jawa Barat antusias latihan bersama di Lapangan Olahraga Saparua, Jalan Aceh, Kota Bandung, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jabar bersama Komunitas BEPers Indonesia (KBI) Jabar.

Acara itu bertujuan mendorong masyarakat meraih kemandirian kesehatan. Karenanya, BEP dan Kormi Jabar masif menyosialisasikan senam bio energy power sebagai metode self-healing (penyembuhan mandiri).

Ketua KORMI Jabar Denda Alamsyah mengatakan, senam BEP merupakan perpaduan olah olah napas dan gerak. BEP mungkin belum dikenal luas oleh masyarakat. 

Denda optimistis senam yang diinisiasi tokoh-tokoh senior Jabar ini akan semakin populer seiring gencarnya sosialisasi di ruang publik.

"Ini kan baru dan pelopornya para senior di Jabar. Tentu belum banyak yang tahu. Tapi dengan event di tempat publik seperti ini, masyarakat akan semakin tahu," kata Denda seusai latihan bersama.

Denda menyatakan, Kormi Jabar berkomitmen memberikan dukungan materiil dan moril kepada setiap komunitas olahraga masyarakat, termasuk BEPers. 

Dia mengapresiasi antusiasme dan semangat gotong royong para BEPers di Jawa Barat. "Tentu sebagai wadah, Kormi Jabar mendukung penuh kegiatan olahraga seperti ini," ujar Denda.

Penyembuhan Mandiri

Sementara itu, Ketua Umum KBI sekaligus Yayasan BEP Indonesia Adi Sasitiwarih mengatakan, senam BEP menstimulasi titik cakra tubuh manusia untuk melakukan penyembuhan secara mandiri.

"Senam ini based on medical science. (BEP) lahir di Bandung diciptakan oleh almarhum Hari Juhari Angga dan diteliti di Rumah Sakit Hasan Sadikin," kata Adi. 

Terapi senam BEP, ujar Adi, telah dikaji secara akademis dalam tesis S2 oleh dr Kartijo asal Tasikmalaya.

Menurut Adi, senam BEP sangat praktis dan ramah bagi kalangan lanjut usia (lansia). 

"Waktunya hanya 1,5 menit per satu seri dengan tiga gerakan. Bisa sambil duduk, berdiri, atau bersila, dan masyarakat bisa ikut secara gratis," ujar Adi.

Sejak berdiri pada 2017, tutur Adi, komunitas BEP telah terbentuk di 20 provinsi. Di Jawa Barat, telah berdiri 56 Rumah Sehat di 7 kabupaten dan kota. Para BEPers itu dikawal oleh 100 pelatih.

"Saat ini, KBI tengah melakukan penelitian lanjutan mengenai manfaat terapi senam BEP untuk terapi penyembuhan penyakit berat dengan fokus pada penderita pasca-stroke, hipertensi, dan diabetes," tutur Adi.

Pelatihan Terstruktur

Masifnya penyebaran senam BEP tidak lepas dari sistem pelatihan yang terstruktur. 

Direktur Lembaga Pelatihan Kerja Bio Energy Power Center of Excellence (LPK BEP-CoE) Dr Hari Witono mengatakan, LPK BEP mencetak praktisi pelatih andal.

"Modelnya seperti bola salju. Satu pelatih merekrut anggota. Kemudian, anggota jadi pelatih. Pelatih mencari lagi anggota baru, jadi terus membesar," jelas Hari.

Hari menyatakan, Bogor dan Depok menjadi motor penggerak utama pertumbuhan komunitas BEP di Jabar. Keberhasilan pelatih bernama Abu sukses membangun banyak Rumah Sehat di Depok dengan jumlah anggota sangat besar. "Saat ini, para pelatih tersebut masih menggunakan sertifikat internal KBI," ujar Hari. 

Ke depan, tutur Hari, LPK BEP-CoE menargetkan peningkatan status menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar bisa menerbitkan lisensi dari badan resmi. Namun syarat untuk mendaftar ke Badan Nasional Sertitikasi Profesi (BNSP) cukup berat.
 

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut