Ratusan Anak SD Putus Sekolah di KBB, Disdik Dorong Wajib Belajar 13 Tahun
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong wajib belajar 13 tahun bagi semua anak-anak usia sekolah.
Mengingat angka putus sekolah di KBB masih cukup banyak, sehingga upaya mewujudkan wajib belajar 13 tahun harus menjadi tanggung jawab semua pihak bukan hanya Dinas Pendidikan (Disdik).
"Kami ingin menggerakan semua stakeholder menjadi penggerak utama penyebaran informasi dan pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun hingga ke tingkat desa dan kelurahan," kata Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik KBB, Makhatir Muhammad saat ditemui di Lembang, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan data statistik Disdik Provinsi Jawa Barat jumlah anak putus sekolah tahun 2024/2025 di Bandung Barat, dari jenjang SD sebanyak 195 orang, SMP sebanyak 19 orang dan SMA sebanyak 28 orang. Kemudian untuk SMK sebanyak 39 orang dan SLB sebanyak 12 orang.
Berkaca dari hal tersebut, Disdik KBB menggelar Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman, kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjamin setiap anak bisa memperoleh hak pendidikan sejak usia dini.
Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan profesi dan latar belakang. Mulai dari Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Bunda PAUD, hingga perwakilan organisasi masyarakat.
Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar kebijakan pemerintah semata, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat demi masa depan generasi anak-anak penerus bangsa di Bandung Barat.
"Sosialisasi mencakup peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, mendorong peran aktif Bunda PAUD di tingkat kecamatan, serta memperkuat sinergi antara satuan pendidikan, pemerintah desa, kecamatan, dan unsur masyarakat," jelasnya.
Pihaknya berharap melalui kegiatan ini dapat terwujud gerakan bersama agar tidak ada anak di KBB yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Sekaligus membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak anak-anak.
Ke depan, lanjut dia, seluruh peserta yang hadir ditargetkan menjadi agen penggerak pendidikan di wilayah masing-masing. Misalnya Bunda PAUD Kecamatan dan organisasi masyarakat mampu mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan anak.
Kemudian kader TP PKK dan ormas turut membantu menyebarluaskan informasi serta meningkatkan kesadaran orang tua agar anak-anak dapat menempuh pendidikan secara berkelanjutan.
Mengingat program Wajib Belajar 13 Tahun mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Sehingga sinergi dari semua pihak menjadi sangat krusial untuk memastikan tidak ada satu pun anak di KBB yang terputus dari akses pendidikan.
"Program ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab dan gerakan seluruh masyarakat d Bandung Barat," pungkasnya.
Adapun kegiatan Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun tingkat KBB ini dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Ibu Wakil Bupati Bandung Barat dan didampingi Ibu Sekda Bandung Barat, serta didampingi para pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan KBB. (*)
Editor : Rizki Maulana