get app
inews
Aa Text
Read Next : Persib Bandung Resmi Berpisah dengan Bek Kiri Andalan, Edo Febriansyah

Bikin Heboh! Dewa United Pakai 'Simulasi Lakban' Usai Laga Kontra Persib, Netizen Meradang

Rabu, 22 April 2026 | 09:33 WIB
header img
Gol kontroversial Dewa United ke gawang Persib. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Laga panas pekan ke-28 Liga 1 antara Dewa United menjamu Persib Bandung di Banten International Stadium, Senin (24/4/2026), menyisakan cerita panjang. Pertandingan yang berakhir sama kuat 2-2 tersebut dibayangi perdebatan sengit mengenai keabsahan gol pembuka tuan rumah.

Sorotan utama tertuju pada menit ke-24 saat Alex Martins mengoyak jala Maung Bandung. Namun, bukan proses penyelesaian akhirnya yang dipersoalkan, melainkan momen beberapa detik sebelum bola bersarang di gawang Persib.

Kronologi "Bola Gaib" Messidoro

Kejadian bermula ketika Alexis Messidoro menerima umpan di sisi lapangan. Dalam tayangan sekilas, si kulit bundar tampak telah melewati garis keluar. Para pemain Persib bahkan sempat menghentikan pergerakan karena yakin bola sudah out.

Namun, wasit tetap bergeming. Messidoro yang jeli melihat celah langsung mengirim umpan matang kepada Alex Martins yang berdiri tanpa kawalan. Gol pun tercipta dengan mudah. Meski diprotes keras oleh penggawa Persib yang meminta pengecekan VAR, sang pengadil tetap mengesahkan gol tersebut setelah berkomunikasi dengan ruang kontrol tanpa perlu melakukan on-field review.

"Trolling" Admin Dewa United yang Berujung Hujatan

Situasi semakin memanas pasca-laga. Alih-alih meredam suasana, akun Twitter resmi Dewa United justru mengunggah sebuah ilustrasi eksperimen menggunakan bola dan lakban putih di atas lantai untuk menganalogikan sudut pandang (angle) kamera.

"Pada rame-rame kenapa sih?" tulis akun @DewaUnitedFC dalam unggahan tersebut, merujuk pada polemik apakah bola sudah sepenuhnya keluar garis atau belum.

Sontak, unggahan tersebut memicu reaksi keras dari netizen, terutama pendukung setia Persib Bandung. Kolom komentar pun dipenuhi kritik tajam terkait kredibilitas dan etika komunikasi klub.

"Kalo itu masih ada dalam garis (seperti Jepang v Spanyol) coba liat buktinya, sebab bobotoh yang menyayangkan keputusan ini berdasarkan kamera yang “diklaim” si bola itu udah sepenuhnya keluar," kritik akun @rizalsn14.

Tak hanya soal teknis, beberapa netizen menyayangkan cara admin media sosial klub menangani konflik tersebut.

"Kami pendukung Persib menerima hasil akhir min, walau agak kecewa. Tapi minimal klo menjelaskan jangan pake ilustrasi bikinan sendiri lah, minimal pake Vidio review Asli dari kejadian di lapangan. Kocak ente min," tulis @sukria_afkariza.

Senada dengan itu, akun @bintang24521 mempertanyakan kualitas kontrol konten klub:

"ni admin klub official siapa si? kgk ada Quality Control sebelum posting kah?? ga sadar lu mancing keributan di segmen persepakbolaan lokal? sengaja banget klub sepi penonton ngambil engagement dari keributan sosial media."

Komentar lain bahkan lebih menohok mengenai integritas informasi.

"boleh2 aja lo mau bela club yg lo urus, tapi apa harus sampai menggadaikan kredibilitas lo?" tulis @toqwyen.

Analisis Singkat: Mengapa Jadi Masalah?

Kasus ini mengingatkan publik pada drama Piala Dunia antara Jepang vs Spanyol. Namun, perbedaan mencolok terletak pada penggunaan ilustrasi manual (lakban dan bola di lantai) yang dianggap tidak profesional untuk level kompetisi kasta tertinggi. Bukannya memberikan klarifikasi berbasis data VAR yang sah, aksi "adu mekanik" di media sosial ini justru memperkeruh tensi antara kedua basis suporter.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut