get app
inews
Aa Text
Read Next : KA Turangga-Commuter Line Tabrakan di Cicalengka Bandung, Humas Daop 2: Belum Dipastikan Ada Korban

Petaka di Jalur Bekasi Timur: Korban Meninggal Kini Mencapai 15 Jiwa

Selasa, 28 April 2026 | 16:29 WIB
header img
Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Insiden maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kembali mencatatkan kabar duka. Otoritas kepolisian melalui Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, memberikan konfirmasi terbaru mengenai jumlah kematian yang kini menyentuh angka 15 orang, meningkat satu jiwa dari laporan sebelumnya.

Tragedi yang pecah pada Senin (27/4) malam ini menyisakan kepiluan mendalam bagi kaum hawa. Mayoritas korban jiwa teridentifikasi sebagai perempuan karena posisi hantaman lokomotif kereta jarak jauh tersebut tepat mengenai gerbong khusus wanita di ekor KRL. Selain korban tewas, tercatat 84 penumpang lainnya tengah berjuang pulih dari luka-luka di sejumlah rumah sakit.

Malfungsi Sistem Akibat Insiden Kendaraan di Perlintasan

Kecelakaan dahsyat ini tidak terjadi begitu saja. Berdasarkan penelusuran awal, terdapat anomali pada operasional perkeretaapian di wilayah emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 yang dipicu oleh gangguan luar.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan bahwa rantai peristiwa ini bermula saat sebuah armada taksi "Green SM" tersangkut di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 kawasan Bulak Kapal. Keberadaan taksi tersebut diduga merusak ritme persinyalan.

Bobby Rasyidin menyatakan, "Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya."

Kondisi tersebut menyebabkan KRL berhenti mendadak di lintasan. Sesaat kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah yang sama tidak mampu menghindar dan menghantam bagian belakang KRL hingga bodi kereta sobek parah.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut