Potensi Besar Industri Kreatif, Bandung Masih Jadi Pasar Utama Mesin Cetak
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Industri percetakan digital di Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya terobosan teknologi mesin hybrid. PT Putra Mutiara Jaya secara resmi memilih Kota Kembang sebagai lokasi peluncuran nasional produk teranyar mereka, Sky Digital, yang digelar di Bandung Convention Center, Selasa (21/4/2026).
Langkah strategis ini menandai ambisi perusahaan dalam memimpin pasar inovasi digital printing. Acara yang berlangsung meriah tersebut menarik perhatian sekitar 150 pelaku industri dari berbagai wilayah.
Kepala Cabang Solo, H. Sutiyo, berharap kehadiran para undangan ini menjadi momentum kebangkitan industri kreatif pasca-Ramadan.
“Peserta yang diundang kurang lebih sekitar 150 orang. Mudah-mudahan semuanya bisa hadir dan menyaksikan peluncuran produk terbaru kami,” ujarnya.
Satu Mesin Dua Fungsi: Efisiensi Tanpa Batas
Daya tarik utama Sky Digital terletak pada sistem hybrid yang ditanamkan. Teknologi ini menjadi solusi bagi para pengusaha percetakan yang ingin menekan biaya operasional tanpa mengurangi kapasitas produksi. Dengan satu perangkat, pengguna dapat mengerjakan dua jenis format cetakan yang berbeda.
“Hybrid ini memungkinkan satu mesin untuk mencetak dua fungsi sekaligus, yaitu cetak roll dan cetak flat,” jelas Sutiyo.
Selain multifungsi, keunggulan lainnya terletak pada penggunaan teknologi berbasis UV printing. Inovasi ini memangkas proses produksi karena material tidak lagi memerlukan tahap pelapisan tambahan atau coating.
“Tidak semua bahan harus menggunakan coating. Baik bahan flat maupun roll bisa digunakan tanpa perlakuan tambahan tertentu,” tambahnya.
Peta Industri dan Tantangan Bahan Baku
Menariknya, Sutiyo membedah bahwa setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik pasar yang unik. Jika di Jawa Tengah pesanan stiker otomotif masih menjadi primadona, Jakarta justru sedang mengalami tren kenaikan pada sektor sublimasi meskipun segmen sign graphic melandai.
Bandung sendiri dinilai sebagai pasar yang paling stabil karena penyerapan di kedua lini tersebut sangat merata. Namun, ia tidak menampik adanya tantangan global yang membayangi para pengusaha, terutama terkait fluktuasi harga material.
“Kenaikan harga bahan baku, terutama plastik untuk stiker, bisa mencapai 15 sampai 20 persen,” jelas Sutiyo.
Kenaikan biaya impor ini menuntut pelaku industri untuk lebih cerdik dalam mengelola stok agar tidak terjadi penumpukan barang yang sia-sia.
Optimisme di Tengah Siklus Tahunan
Meski ada tekanan harga bahan baku, optimisme tetap membubung tinggi. Sutiyo memprediksi pasar akan kembali bergairah mulai akhir April ini, mengikuti pola siklus tahunan industri kreatif di tanah air.
“Biasanya setelah hari raya terjadi penurunan, tetapi setelah April akan mulai naik kembali. Ini siklus tahunan,” katanya.
Menutup keterangannya, Sutiyo menegaskan bahwa tren pasar sudah menunjukkan grafik hijau.
“Saat ini sudah mulai terlihat adanya peningkatan pasar, dan mudah-mudahan terus naik hingga akhir tahun,” pungkasnya.
Setelah Bandung, PT Putra Mutiara Jaya berencana melanjutkan rangkaian ekspansinya ke kota-kota besar lainnya, termasuk Solo dan Surabaya, guna memperkuat jaringan distribusi Sky Digital di seluruh Indonesia.
Editor : Rizal Fadillah