Lawan Kebocoran Data, 6 Kampus Indonesia Gandeng Raksasa Siber Rusia untuk Cetak Ahli Digital
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sektor pendidikan tinggi di Indonesia kini mulai mengambil langkah agresif demi meredam gelombang serangan siber dan insiden kebocoran data yang kian mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Guna mempercepat lahirnya pakar pelindung data nasional, enam perguruan tinggi dalam negeri resmi menjalin kemitraan strategis dengan korporasi keamanan siber terkemuka asal Rusia, Positive Technologies.
Peresmian kerja sama berskala global ini disepakati di sela-sela perhelatan forum internasional bertajuk “Russia–Islamic World: KazanForum” yang berlangsung di Kota Kazan, Rusia, pada Kamis (15/5/2026).
Adapun enam lembaga pendidikan yang mengambil bagian dalam inisiatif ini meliputi:
Universitas Padjadjaran (Unpad)
Universitas Brawijaya (UB)
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung
Institut Teknologi dan Sains Mandala
Universitas Darul Ma'arif
Kolaborasi ini menjadi urgensi besar mengingat rapuhnya benteng pertahanan digital di tanah air. Berdasarkan riset internal Positive Technologies, Indonesia bahkan menyumbang porsi yang sangat besar, yakni sekitar 40 persen dari total kasus kebocoran data yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
Merespons situasi darurat tersebut, Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Kartasasmita menegaskan bahwa peran institusi pendidikan saat ini harus bertransformasi total dan tidak boleh sekadar berkutat pada penyampaian teori di dalam ruang kuliah. Kampus memegang tanggung jawab besar untuk membekali generasi muda dengan kemampuan taktis dalam menghalau ancaman dunia maya yang terus bermutasi.
“Keamanan siber kini menjadi prioritas strategis dalam membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan,” kata Arief dalam keterangan resminya, Sabtu (16/5/2026).
Editor : Agung Bakti Sarasa