Pesta Juara Persib Ternoda, Media Malaysia Soroti Trauma Pemain Maung Bandung
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Parade kemenangan Persib Bandung dalam ajang Super League pada Minggu (24/5) yang seharusnya menjadi momen perayaan manis, justru menyisakan pengalaman pahit. Antusiasme ribuan pendukung yang tumpah ruah di jalanan Kota Bandung berubah menjadi situasi mencekam bagi para pemain.
Sejumlah penggawa asing Pangeran Biru menjadi sasaran aksi oknum suporter yang tidak bertanggung jawab, mulai dari pencurian barang hingga kekerasan fisik. Fenomena ini bahkan menarik perhatian media internasional, salah satunya Stadium Astro dari Malaysia.
Media Malaysia tersebut menyoroti bagaimana perayaan bersejarah bagi sepak bola Indonesia ini justru tercederai oleh tindakan oknum suporter yang melewati batas.
"Bek Franc Putros dilaporkan kehilangan ponselnya, sementara beberapa pemain lain mengalami luka di tangan setelah ditarik oleh penggemar yang mencoba mendekati mereka," tulis Stadium Astro.
Lebih lanjut, mereka juga menyoroti gelombang simpati yang muncul di dunia maya. "Insiden tersebut menarik perhatian banyak netizen, dengan rekan satu tim dan penggemar mengunggah permohonan agar barang-barang yang dicuri segera dikembalikan."
Kondisi psikologis pemain pun kian diperburuk dengan rentetan kejadian di lapangan. Franc Putros harus kehilangan ponsel pribadinya yang sempat hilang beberapa hari sebelum akhirnya kembali dalam keadaan retak. Sementara itu, penyerang Andrew Jung hampir kehilangan kacamatanya akibat tarikan paksa dari kerumunan, dan pelatih Bojan Hodak mengalami nasib kurang beruntung setelah topinya raib serta disiram air oleh oknum tidak dikenal.
Menanggapi rentetan insiden tersebut, Manajer Persib, Umuh Muchtar, memberikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa para pemain saat ini sedang dalam kondisi tidak stabil akibat peristiwa tersebut.
"Tadi juga tidak sesuai rencana karena pemain tadinya habis makan mau ke sini langsung ke lapangan, tapi pemain kemarin trauma kejadian di Bandung ada yang hilang HP," kata Umuh dikutip dari detikcom pada Senin (25/5).
Umuh juga mengungkapkan keprihatinannya terkait cedera fisik yang dialami para pemain akibat perilaku suporter yang terlalu agresif.
"Ada juga tangan ini ada ke cakar juga banyak luka begini ya sama ibu-ibu atau perempuan sampai berdarah lah ada kena cakaran, jadi mereka ketakutan padahal di sini bisa aman tapi ini dari mereka lah yang baiknya. Setelah makan ini mereka kembali jadi tidak bisa ikut ke sini karena trauma," sambungnya.
Di balik hiruk-pikuk kekacauan tersebut, Stadium Astro tetap memberikan apresiasi terhadap capaian fantastis Maung Bandung yang berhasil mencatatkan rekor hattrick juara liga di era modern.
"Meskipun perayaan tersebut diwarnai beberapa insiden yang tidak diinginkan, kesuksesan Persib Bandung tetap dirayakan secara historis sebagai klub pertama yang memenangkan liga selama tiga musim berturut-turut di era modern, semakin memperkuat dominasi mereka di sepak bola Indonesia."
Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi besar bagi manajemen klub dan suporter untuk lebih mengedepankan keamanan dan kenyamanan pemain, agar pesta juara di masa depan tetap menjadi momen yang membahagiakan, bukan justru meninggalkan trauma mendalam.
Editor : Agung Bakti Sarasa