get app
inews
Aa Text
Read Next : Kejar Target Net Zero Emission, Ridwan Kamil Ingin Perpanjang Kerja Sama dengan China

PLTS Terbesar Sektor Semen di Indonesia Berkapasitas 71,9 MW Dibangun di Tiga Tempat

Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:48 WIB
header img
PLTS Indocement melakukan transformasi energi dekarbonisasi dan menjadi benchmark industri semen di Indonesia dalam net zero emission 2060 dan percepatan bauran energi terbarukan seperti yang ditargetkan pemerintah. (Foto: Istimewa).

CIREBON,iNews BandungRaya.id - Transformasi energi dekarbonisasi di industri berat terus dilakukan untuk mencapai target net zero emission 2060.

Seperti yang dilakukan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di sektor semen di Indonesia, dengan kapasitas 71,9 MW di tiga kompleks pabrik di Citeureup Bogor, Cirebon, dan Tarjun Kalimantan Selatan.

Ini sekaligus menegaskan posisi Indocement sebagai pionir dekarbonisasi di industri berat (hard-to-abate sector). Serta menjadi benchmark bahwa transisi energi tidak lagi bersifat wacana, melainkan sudah berjalan dalam skala industri.

"Industri semen tidak punya pilihan selain bertransformasi. Di Indocement, kami memilih untuk memimpinnya," kata Direktur Indocement, Holger Mørch dalam keterangan yang diterima, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri.

Untuk merealisasikan inisiatif ini, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra strategis dalam menghadirkan solusi energi terbarukan yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi sebagai bagian dari sistem operasional industri masa depan.

Melalui pendekatan sustainability-as-a-service, SUN menghadirkan solusi yang memastikan keandalan energi untuk operasional industri berat, efisiensi biaya jangka panjang, peningkatan energy security di tengah volatilitas energi global.

Inisiatif ini juga menjadi kontribusi konkret terhadap target pemerintah Indonesia dalam mencapai net zero emission 2060. Langkah ini menunjukkan bahwa dekarbonisasi dapat dilakukan tanpa mengorbankan skala, efisiensi, maupun daya saing industri.

Instalasi PLTS ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun, menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO₂ per tahun, serta memberikan dampak lingkungan setara dengan 1,4 juta pohon tertanam per tahun.

Sebuah skala dampak yang menempatkan proyek ini sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi industri paling signifikan di Indonesia saat ini.

Namun, bagi Indocement, ini bukan sekadar proyek energi. Transformasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menurunkan jejak karbon operasional secara menyeluruh.

Melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti refuse-derived fuel (RDF), optimalisasi bahan baku alternatif untuk menekan emisi proses, pengembangan roadmap energi rendah karbon, inovasi produk semen yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari grup global Heidelberg Materials, Indocement juga membawa standar keberlanjutan kelas dunia ke dalam operasionalnya di Indonesia, memastikan bahwa transformasi ini tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga kompetitif secara global.

Director of Power, SUN, Jefferson Kuesar menambahkan, peran SUN bukan hanya sebagai penyedia PLTS, tetapi sebagai mitra dekarbonisasi bagi industri.

"Kami memastikan solusi yang dihadirkan adaptif terhadap kebutuhan operasional, tetap andal dalam jangka panjang, dan relevan secara bisnis. Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri," tuturnya.

Kolaborasi ini menandai sebuah pergeseran penting, dari inisiatif keberlanjutan yang bersifat tambahan, menjadi core strategy dalam operasional industri.

Dengan skala dan pendekatan yang terintegrasi, proyek ini menjadi sinyal kuat bahwa dekarbonisasi industri di Indonesia sedang terjadi sekarang melalui langkah yang terukur dan berkelanjutan. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut