Daisuke Sato Buka Suara soal Sanksi FIFA: Bongkar Fakta di Balik Larangan Transfer Persib
Salah satu fakta mengejutkan yang diungkapkan Sato adalah upaya manajemen Persib untuk menjaga masalah ini tetap tertutup. Pihak klub dikabarkan sempat meminta agar putusan sanksi tersebut tidak dipublikasikan ke khalayak luas demi menjaga citra serta kehormatan klub.
Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak Sato. Ia berpendapat bahwa transparansi adalah kunci dalam setiap regulasi sepak bola profesional.
“Persib meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyertakan nama pemain dan klub, merujuk pada kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami keberatan dengan permintaan tersebut karena kami percaya bahwa masalah ini harus diperlakukan dengan transparansi,” imbuh pemain berusia 31 tahun tersebut.
Meski harus berhadapan dengan proses hukum internasional, Sato menekankan bahwa ia tidak menyimpan dendam kepada Persib maupun suporter setianya, Bobotoh. Ia berharap publik tidak menarik kesimpulan sepihak atas kasus ini.
Bagi Sato, langkah hukum yang ia ambil adalah murni bentuk perlindungan terhadap profesinya, bukan upaya untuk menjatuhkan nama besar Maung Bandung.
“Saya ingin memperjelas bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib, maupun klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan satu tim saya, dan sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub atau pendukungnya. Ini murni tentang melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang tepat dihormati,” ucapnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa