get app
inews
Aa Text
Read Next : Karut-Marut SPMB Sekolah Maung 2026, Sistem Error hingga Nilai Dipertanyakan

MQ Iswara: Daya Tampung Sekolah di Jabar Aman, Disdik Diminta Perkuat Sosialisasi SPMB 2026

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:25 WIB
header img
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, memastikan daya tampung sekolah di Jawa Barat untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dalam kondisi aman. Namun demikian, ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait sosialisasi sistem baru dan kesiapan server yang sempat dikeluhkan masyarakat.

Hal itu disampaikan MQ Iswara usai mengikuti rapat bersama Wakil Gubernur Jawa Barat dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat yang membahas berbagai dinamika pelaksanaan SPMB 2026.

Menurut Iswara, sejumlah persoalan yang muncul selama proses pendaftaran sebenarnya bisa diminimalisasi apabila sosialisasi dilakukan lebih awal dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Ke depan kami berharap Disdik dapat melakukan sosialisasi lebih dini. Sistem yang digunakan tahun ini masih baru sehingga masyarakat membutuhkan pemahaman yang lebih utuh mengenai tahapan-tahapan yang harus dilalui, termasuk Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang sebelumnya belum dikenal," ujar Iswara.

Sosialisasi SPMB Jabar 2026 Perlu Diperkuat

Iswara menilai masyarakat masih membutuhkan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai mekanisme seleksi, jalur penerimaan, hingga tahapan pemetaan calon peserta didik.

Selain itu, DPRD Jawa Barat juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola sistem penerimaan siswa agar berbagai kendala teknis dapat diantisipasi sejak awal.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kendala yang muncul, masa pendaftaran SPMB 2026 yang semula berakhir pada Senin malam diperpanjang hingga Selasa (9/6/2026) pukul 21.00 WIB.

"Kemarin memang ada penyesuaian. Untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat sekaligus mengakomodasi berbagai persoalan teknis, masa pendaftaran diperpanjang sampai pukul 21.00 WIB," katanya.

Server dan SDM Jadi Sorotan DPRD Jabar

Selain persoalan sosialisasi, DPRD Jawa Barat juga menyoroti banyaknya laporan masyarakat terkait gangguan server saat proses pendaftaran berlangsung.

Karena itu, Iswara meminta Disdik Jawa Barat tidak hanya meningkatkan kualitas perangkat teknologi yang digunakan, tetapi juga memastikan kesiapan SDM yang bertugas mengoperasikan sistem digital tersebut.

"Kami menghimbau Disdik agar server dipersiapkan lebih baik. Tidak hanya perangkatnya yang lebih modern dan lebih canggih, tetapi SDM yang mengelolanya juga harus siap," tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Menurutnya, kualitas layanan digital menjadi faktor penting karena seluruh proses penerimaan peserta didik saat ini sangat bergantung pada sistem daring.

Daya Tampung Sekolah di Jawa Barat Capai 109 Persen

Meski memberikan sejumlah catatan evaluasi, MQ Iswara menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan kursi sekolah pada SPMB 2026.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jumlah lulusan SMP, MTs, dan sederajat tahun ini mencapai 826.996 siswa. Sementara total daya tampung SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi.

Artinya, kapasitas sekolah yang tersedia mencapai sekitar 109 persen dari total jumlah lulusan.

"Secara daya tampung tidak ada persoalan. Jumlah kursi yang tersedia lebih banyak dibandingkan jumlah lulusan yang akan melanjutkan pendidikan," jelasnya.

Dari total kapasitas tersebut, sekitar 363 ribu kursi tersedia di sekolah negeri dan sekitar 546 ribu kursi berada di sekolah swasta.

Menurut Iswara, hingga saat ini sebagian besar peserta didik sudah mendapatkan sekolah tujuan. Sementara sekitar 100 ribu siswa yang belum tertampung masih mengikuti proses penempatan hingga batas akhir pendaftaran.

"Insyaallah sampai pukul 21.00 WIB seluruh peserta didik dapat tertampung sesuai mekanisme yang tersedia," katanya.

Sekolah Unggulan Jadi Favorit

Pada pelaksanaan SPMB 2026, sekolah unggulan atau yang dikenal sebagai Sekolah Maung menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat.

Data menunjukkan jumlah pendaftar ke sekolah unggulan mencapai sekitar 38 ribu siswa, sementara daya tampung yang tersedia sebanyak 21.618 kursi.

Peserta yang belum lolos seleksi akan diarahkan ke sekolah unggulan negeri lainnya melalui mekanisme PCMB. Sedangkan siswa dari keluarga kurang mampu yang nantinya bersekolah di swasta akan mendapatkan dukungan bantuan pendidikan atau beasiswa dari pemerintah.

"Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir. Yang menjadi perhatian saat ini adalah bagaimana sistem terus diperbaiki, sosialisasi semakin matang, dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," pungkas MQ Iswara.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut