get app
inews
Aa Text
Read Next : Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Mobile Journalism di Bandung

Gangguan Jiwa Berat di Kota Bandung Meningkat, Capai 5.272 Kasus pada 2025

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:37 WIB
header img
ilustrasi gangguan jiwa berat. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungraya.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat adanya peningkatan kasus gangguang jiwa berat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari 80 puskesmas di Kota Bandung, jumlah kasus orang dengan gangguan jiwa berat terus meningkat dari 4.261 kasus pada 2022 menjadi 5.272 kasus pada 2025.

Selain gangguan jiwa berat, berbagai masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi, kecemasan, gangguan tidur, hingga gangguan bipolar juga menunjukkan tren peningkatan dalam periode yang sama.

Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinkes Kota Bandung, Endang Pregiwatiningsih mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan jiwa dan mulai terbuka terhadap pentingnya konseling maupun dukungan psikologis.

“Menjaga kesehatan fisik itu penting, tetapi kesehatan jiwa juga sama pentingnya. Sama seperti kita rutin memeriksakan kesehatan gigi atau kesehatan tubuh lainnya, kesehatan mental juga perlu dijaga. Mencari bantuan psikolog bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk menjadi lebih baik,” ujar Endang, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, layanan kesehatan jiwa sebenarnya telah tersedia di seluruh puskesmas di Kota Bandung, sementara layanan psikolog klinis saat ini baru tersedia di 12 puskesmas.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTKJ) Dikes Kota Bandung, Girindra Warhana mengatakan, layanan psikolog klinis di puskesmas merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat Kota Bandung.

“Mudah-mudahan layanan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kalau sebelumnya banyak warga yang belum mengetahui adanya layanan psikolog di puskesmas, sekarang informasi ini bisa disebarluaskan kepada keluarga, teman, maupun tetangga. Kami ingin masyarakat memanfaatkan layanan ini sejak dini, bukan menunggu sampai mengalami masalah kesehatan mental yang berat,” ujarnya

Girindra menjelaskan, saat ini dari total 80 puskesmas di Kota Bandung, sebanyak 12 puskesmas telah memiliki layanan psikolog klinis. Keberadaan 12 puskesmas tersebut telah dipetakan untuk mewakili wilayah-wilayah tertentu sehingga dapat menjadi pusat rujukan bagi masyarakat di sekitarnya.

Adapun 12 puskesmas yang telah menyediakan layanan psikolog klinis yakni Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Ibrahim Adjie, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam, dan Cipadung.

Menurutnya, masyarakat Kota Bandung dapat mengakses layanan di puskesmas tersebut meskipun berdomisili di wilayah lain yang belum memiliki psikolog klinis. Ke depan, Dinas Kesehatan akan terus melakukan evaluasi dan berupaya menambah jumlah puskesmas yang menyediakan layanan serupa.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, DPRD maupun masyarakat. Jika hasil evaluasi menunjukkan manfaat yang baik dan kebutuhan masyarakat terus meningkat, tentu kami ingin memperluas layanan ini di tahun-tahun mendatang,” katanya. (*)

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut