get app
inews
Aa Text
Read Next : The Jack Dilarang ke Bandung, Polisi Sekat Perbatasan Jawa Barat-Jakarta

Ditjen Bina Adwil Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan Indonesia-Malaysia

Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:55 WIB
header img
Ditjen Bina Adwil Kemendagri dan Malaysia bahas penguatan SOSEK MALINDO, operasional PLB Temajuk, serta revisi TOR demi kemajuan wilayah perbatasan. Foto ist

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara (Waskoban) menggelar Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama (SEKBER) KK/JKK SOSEK MALINDO Tahun 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).

SOSEK MALINDO merupakan forum kerja sama sosial ekonomi antara Indonesia dan Malaysia yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Forum ini menjadi wadah resmi untuk mempererat hubungan kedua negara, khususnya dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dari pihak Indonesia, kerja sama ini dipimpin oleh Ketua KK SOSEK Indonesia, Dr. Safrizal ZA.

Persidangan Ke-19 SEKBER dipimpin Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Dr. Amran, MT, yang juga menjabat sebagai Ketua Sekretariat KK SOSEK Indonesia. Sementara delegasi Malaysia dipimpin Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim, Pengarah Bahagian Pengurusan Sempadan Darat Majlis Keselamatan Negara Malaysia selaku Ketua Sekretariat JKK SOSEK Malaysia.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Negeri Sarawak, Sabah, dan Melaka, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Dr. Amran menegaskan bahwa Persidangan Sekretariat Bersama memiliki peran strategis dalam membahas berbagai isu sosial ekonomi di kawasan perbatasan yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui pertemuan tim teknis di tingkat provinsi dan negeri sebelum dibawa ke forum SOSEK MALINDO tingkat pusat.

“Persidangan Sekretariat Bersama ini memiliki peran penting bagi kedua negara dalam membahas isu-isu strategis sosial ekonomi di kawasan perbatasan yang akan dibahas lebih mendalam pada pertemuan tim teknis serta menjadi bagian dari persiapan SOSEK MALINDO tingkat pusat,” ujar Amran.

Persidangan tahun ini juga menjadi momentum pergantian kepemimpinan di pihak Malaysia. Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim resmi menjabat sebagai Ketua Sekretariat JKK SOSEK Malaysia menggantikan Puan Azizah Binti Mohamed Said. Kemendagri menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Azizah selama memimpin penguatan kerja sama sosial ekonomi di wilayah perbatasan kedua negara.

Forum ini berlangsung tidak lama setelah terselenggaranya Pertemuan Ke-17 Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Malaysia pada 3 Juni 2026 di Jakarta. Hasil pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia di berbagai sektor.

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam persidangan kali ini, antara lain rencana operasionalisasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kalimantan Barat yang akan segera memasuki tahap soft launching. Selain itu, peserta juga membahas revisi Terms of Reference (TOR) KK/JKK SOSEK MALINDO.

Revisi TOR tersebut merupakan tindak lanjut arahan Pertemuan Ke-18 High Level Committee (HLC) Malindo Tahun 2025 yang menekankan pentingnya pembaruan kerangka kerja SOSEK MALINDO agar mampu menghasilkan manfaat yang lebih konkret dan terukur bagi masyarakat perbatasan.

“Kami berharap Persidangan Sekretariat Bersama kali ini dapat menghasilkan berbagai rekomendasi konstruktif, termasuk terkait revisi TOR KK/JKK SOSEK MALINDO, guna memperkuat kemajuan kerja sama perbatasan Indonesia-Malaysia,” kata Amran.

Kemendagri menilai hasil Persidangan Ke-19 SEKBER akan menjadi landasan penting dalam menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dihasilkan pada Persidangan Ke-40 KK/JKK SOSEK MALINDO Tahun 2025. Rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan menjadi bahan masukan bagi forum-forum SOSEK MALINDO berikutnya guna memastikan kesinambungan dan efektivitas kerja sama kedua negara.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme yang ditunjukkan kedua delegasi, Kemendagri optimistis persidangan ini mampu melahirkan berbagai kesepakatan konkret yang memberikan dampak luas bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

 

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut