get app
inews
Aa Text
Read Next : Runchise: Solusi Terintegrasi untuk Operasional Bisnis Kuliner di Indonesia

Forum Lintas Industri di Bandung Hadirkan Ruang Baru bagi Pelaku Kuliner dan Kreatif

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB
header img
Founder Ray Janson Radio, Ray Janson. (Foto: Mulki Albar)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sektor kuliner dan industri kreatif tanah air tengah menghadapi ujian berat akibat fluktuasi daya beli masyarakat serta merangkaknya biaya operasional. Merespons dinamika tersebut, sebuah gerakan kolektif bertajuk Industry Night 2026 hadir menawarkan oase baru bagi para pelaku usaha lokal.

Menggandeng Taste Narrative dan Ray Janson Radio, ajang kumpul akbar lintas sektor (F&B, hospitality, media, hingga komunitas kreatif) ini resmi membuka agenda Special Takeover Tour mereka di Kota Kembang. Pertemuan perdana ini digelar secara intim namun sarat gagasan di Kisah Manis Huis, Jalan Ciumbuleuit, Bandung pada Senin (15/6/2026).

Sang inisiator sekaligus Founder Ray Janson Radio, Ray Janson, membeberkan bahwa platform ini awalnya berangkat dari keresahan sederhana: menjembatani interaksi para pegiat F&B yang selama ini lebih sering bertegur sapa di ruang digital ke dalam sebuah forum tatap muka yang riil.

"Awalnya kami hanya ingin punya ruang untuk berkumpul, berbagi cerita, bertukar perspektif, dan saling belajar. Dari pertemuan-pertemuan kecil seperti itu sering lahir ide, kesempatan, bahkan kolaborasi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya," kata Ray Janson saat diwawancarai di sela kegiatan Industry Night 2026 di Kisah Manis Huis, Ciumbuleuit, Bandung, Senin (15/6/2026).

Lonjakan Eksponensial dari Bar Kecil hingga Ribuan Massa

Siapa sangka, pergerakan yang diinisiasi sejak tiga tahun lalu ini tumbuh begitu masif. Memulai langkah perdana di sebuah bar berskala kecil, antusiasme pasar justru melesat di luar prediksi tim promotor.

"Tahun 2023 kami mengundang sekitar 50 orang, tetapi yang datang hampir 200 orang. Tahun 2024 berkembang menjadi sekitar 700 peserta dan pada 2025 jumlahnya hampir mencapai 2.500 orang," ujarnya.

Animo yang meledak dari tahun ke tahun menjadi indikator kuat bahwa para mata rantai industri—mulai dari pemilik modal, pekerja garis depan (frontliner), pemasok bahan baku, hingga konten kreator—memang mendambakan satu ekosistem hulu-ke-hilir yang inklusif dan saling menguatkan.

Hal inilah yang mendorong Industry Night mengepakkan sayap keluar Jakarta melalui tur khusus. Mereka membidik kota-kota dengan pertumbuhan penetrasi pasar kuliner paling progresif, di mana Bandung dan Bali dipilih sebagai destinasi utama sebelum nantinya bermuara pada selebrasi puncak di ibu kota.

Di mata Ray, Bandung memiliki modal sosial yang luar biasa dalam hal kedewasaan ekosistem bisnisnya.

"Bandung, Jakarta, dan Bali menurut saya komunitasnya sudah sangat terbentuk. Para pelaku usaha, pekerja, supplier, dan pemilik bisnis saling berkomunikasi dan berkolaborasi tanpa harus saling bersaing secara berlebihan. Itu yang membuat ekosistemnya tumbuh," katanya.

Sinergi Nyata: Kunci Menembus Tantangan Ekonomi Makro

Lebih jauh, Ray tidak menampik bahwa iklim bisnis pascapandemi belum sepenuhnya pulih ke performa terbaiknya. Ditambah lagi dengan tantangan ekonomi makro saat ini, mengisolasi diri atau sekadar mengandalkan strategi konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk membuat bisnis bertahan panjang.

"Kalau melihat bisnis secara umum, banyak yang belum kembali 100 persen seperti sebelum pandemi. Karena itu kolaborasi menjadi sangat penting, bukan hanya untuk bisnis masing-masing, tetapi juga untuk memperkuat industri F&B secara keseluruhan," ujarnya.

Menariknya, ia menggarisbawahi bahwa kemitraan yang dibangun tidak boleh mandek pada urusan seremonial atau sekadar membuat acara musiman bersama. Implementasi di lapangan harus menyentuh aspek taktis penekanan biaya operasional dan efisiensi rantai pasok.

"Acara seperti ini dibuat supaya mereka bisa saling kenal dan berkolaborasi. Kolaborasi itu bentuknya bisa macam-macam, tidak hanya event. Bisa kerja sama produk, supplier, sampai pengembangan bisnis bersama," jelasnya.

Melalui kick-off Industry Night 2026 di Bandung, platform ini diharapkan mampu memicu lahirnya konglomerasi kreatif baru yang solid, memperluas jaringan pasar, sekaligus memicu lahirnya peluang bisnis segar yang mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif nasional secara simultan.

Sepanjang rangkaianturnya di Bandung, Bali, dan Jakarta, Industry Night menjanjikan pengalaman komplet mulai dari sesi diskusi panel mendalam, eksibisi kuliner multi-konsep, sesi jejaring (networking), hingga pameran karya kolaboratif yang melibatkan talenta muda potensial.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut