Bakal Dibawa ke Senayan, Masalah Rumah Tidak Layak Huni di Jabar Jadi Bahan Evaluasi Jangka Panjang
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Momen penuh haru sekaligus bahagia menyelimuti kediaman Mak Ayah, seorang warga di Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Rumahnya yang dulu memprihatinkan kini telah berubah total menjadi hunian yang aman dan nyaman.
Kepastian hidup baru bagi Mak Ayah ini ditandai dengan penyerahan kunci rumah secara simbolis oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, pada Selasa (16/6/2026). Program bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ini sukses dieksekusi melalui Rumah Aspirasi Kang Cucun sebagai langkah nyata dalam mengawal jeritan hati masyarakat bawah.
Di sela-sela penyerahan kunci, Cucun tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, program perbaikan hunian ini adalah panggilan moral untuk membantu keluarga yang terpaksa bertahan di rumah rusak akibat keterbatasan ekonomi.
"Ketika melihat masyarakat yang tadinya tinggal di rumah yang sudah hampir roboh, kemudian bisa menempati rumah yang lebih layak, tentu itu menjadi kebahagiaan tersendiri. Banyak warga yang mungkin selama bertahun-tahun belum mampu memperbaiki rumahnya," ujar Cucun.
Agenda turun ke lapangan ini juga dimanfaatkan sang legislator untuk memetakan kondisi riil di wilayah Kabupaten Bandung. Benar saja, dari hasil tatap muka dan serap aspirasi bersama warga setempat, tercatat masih ada puluhan unit rumah lain yang kondisinya mendesak untuk segera diperbaiki.
"Aspirasi ini akan kami bawa ke Senayan. Dalam rapat bersama mitra kerja di bidang perumahan, kami akan menyampaikan kondisi yang terjadi di lapangan agar program percepatan penanganan rumah tidak layak huni dapat terus diperkuat," katanya.
Politisi PKB ini menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem, termasuk pembenahan masalah papan atau tempat tinggal, tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja tim yang solid dari hulu hingga ke hilir.
"Kita sebagai wakil rakyat melihat langsung kondisi masyarakat, kemudian menyampaikannya dalam forum-forum rapat DPR untuk menjadi keputusan dan langkah kebijakan yang dijalankan pemerintah. Kolaborasi menjadi hal yang sangat diperlukan," ungkapnya.
Kendati mengapresiasi keberhasilan program Rutilahu kali ini, Cucun memberikan catatan kritis yang sangat keras kepada pihak eksekutif. Ia menyoroti ruwetnya urusan administrasi dan lambatnya pencairan dana stimulan perumahan yang sering kali membuat masyarakat kecil merana menunggu kepastian.
"Yang perlu dievaluasi adalah proses birokrasi yang terlalu panjang, termasuk pencairan anggaran yang memerlukan waktu lama. Jangan sampai rumahnya sudah roboh baru bantuannya turun. Jika survei sudah dilakukan dan tahapan administrasi sudah terpenuhi, maka prosesnya harus segera dijalankan," tegasnya.
Segala temuan dan keluhan dari masyarakat Ciparay ini dipastikan akan menjadi "peluru" bagi Cucun dalam rapat kerja bersama kementerian terkait di Jakarta, demi merombak mekanisme bantuan agar lebih taktis, cepat, dan tepat sasaran di masa mendatang.
Editor: Agung Bakti Sarasa