Persib Terancam Kelelahan! Igor Tolic Minta Jadwal Khusus dari PSSI
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Persib Bandung dipastikan akan menghadapi musim 2026/2027 yang sangat padat. Sebagai salah satu klub besar Indonesia, Maung Bandung diproyeksikan tampil di empat kompetisi sekaligus dengan total pertandingan mencapai sekitar 60 laga dalam satu musim.
Empat ajang yang akan diikuti Persib adalah Super League 2026/2027, Piala Indonesia 2026, AFC Champions League Two (jika lolos babak kualifikasi), serta ASEAN Champions Club.
Kondisi ini membuat Persib harus melakukan persiapan ekstra, baik dari segi fisik, kedalaman skuad, hingga manajemen jadwal pertandingan.
Jadwal Padat Persib Bandung Jadi Sorotan
Padatnya jadwal Persib Bandung pada musim depan menjadi perhatian serius tim pelatih.
Pelatih Persib, Igor Tolic, berharap PSSI dan I.League dapat memberikan penyesuaian jadwal khusus agar klub dapat menjalani seluruh kompetisi dengan optimal.
Menurutnya, jadwal kompetisi nasional seperti Super League biasanya digelar pada akhir pekan, sementara kompetisi regional dan internasional sering berlangsung pada pertengahan pekan.
Kondisi tersebut berpotensi membuat Persib bermain dua kali dalam sepekan secara konsisten sepanjang musim.
“Akan menjadi tantangan berat bagi Persib, terutama dari sisi logistik dan persiapan tim,” ujar Igor Tolic kepada media di Bandung, Rabu (17/6/2026).
Ia berharap adanya sinkronisasi jadwal sejak awal agar tidak merugikan klub yang tampil di banyak kompetisi.
Persib Fokus Persiapan Fisik dan Kedalaman Skuad
Menghadapi musim yang berat, Persib Bandung kini mulai meningkatkan intensitas latihan fisik dan taktik.
Selain itu, manajemen juga terus memantau peluang untuk mendatangkan pemain baru guna memperkuat kedalaman skuad.
Namun, proses pergerakan transfer Persib saat ini masih terkendala regulasi yang membuat klub belum bisa bergerak bebas di bursa transfer awal musim.
Persib Terkendala Sanksi FIFA di Bursa Transfer
Persib Bandung diketahui masih belum dapat menambah pemain asing akibat sanksi FIFA yang sedang berlaku.
Kondisi ini membuat Maung Bandung tidak dapat melakukan aktivitas perekrutan pemain secara normal pada awal bursa transfer musim 2026/2027, kecuali sanksi tersebut dicabut.
Manajemen Persib, Adhitia, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah berupaya menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab sanksi tersebut.
Masalah ini disebut berkaitan dengan dugaan sengketa kontrak dengan mantan pemain Persib asal Jepang, Daisuke Sato.
“Ini kasus lama, sedang kami selesaikan agar Persib bisa segera melakukan perekrutan pemain baru,” ujar Adhitia kepada media, Selasa (16/6/2026).
Sanksi Bukan Karena Tunggakan Gaji
Lebih lanjut, Adhitia menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan kepada Persib bukan disebabkan oleh tunggakan gaji pemain.
Ia menyebut bahwa persoalan tersebut lebih berkaitan dengan proses penyelesaian hasil investigasi dari pihak eksternal yang menangani kasus kontrak tersebut.
Persib berharap masalah ini segera tuntas agar klub dapat kembali aktif di bursa transfer dan mempersiapkan skuad terbaik untuk menghadapi musim kompetisi yang sangat padat.
Dengan tantangan besar di empat kompetisi sekaligus, Persib Bandung dituntut memiliki strategi matang agar tetap kompetitif di level domestik maupun internasional.
Editor : Rizal Fadillah