Tengahi Keretakan Farhan-Erwin, Wagub Jabar: Jangan Sampai Rakyat Jadi Korban
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Suasana di internal Pemerintah Kota Bandung tengah menjadi sorotan tajam. Kabar mengenai kerenggangan hubungan antara Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dengan Wakilnya, Erwin, memantik perhatian langsung dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
Erwan mendesak kedua pimpinan tersebut untuk tidak membiarkan ego pribadi merusak mandat rakyat. Ia mengingatkan bahwa pasangan kepala daerah dipilih sebagai satu kesatuan paket untuk mengabdi, bukan untuk saling menjauh.
Desakan Kembali ke Komitmen Awal
Saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Selasa (7/7/2026), Erwan menyampaikan teguran keras agar kedua pimpinan kota tersebut segera duduk satu meja untuk mencairkan suasana.
"Saya berharap ini segera diselesaikan, duduk bersama, seperti komitmen pada awal ketika pencalonan seperti apa, ngobrol duduk berdua. Kan pemerintahan itu ya satu paket kan mereka juga terpilih, nggak bisa mereka paing-aing (egois), tidak bisa mereka mengorbankan kepentingan masyarakat hanya karena ego pribadi," ujar Erwan di hadapan awak media.
Erwan menekankan bahwa pelayanan publik adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh pertikaian elit politik di tingkat daerah. Ia berharap semangat pengabdian harus selalu berada di atas kepentingan individu maupun golongan.
"Mari kita hilangkan ego-ego pribadi, ego-ego golongan demi masyarakat Jawa Barat dan juga Kota Bandung dan yang lainnya," tambah Erwan.
Imbauan untuk Seluruh Kepala Daerah
Tak hanya tertuju pada Farhan dan Erwin, Erwan juga menitipkan pesan kepada seluruh kepala daerah di Jawa Barat agar mengedepankan komunikasi yang sehat di dalam pemerintahan. Konflik internal harus diselesaikan secara elegan melalui komunikasi yang baik.
"Semua kota dan kabupaten yang lainnya juga kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk duduk bersama selesaikan permasalahan secara dingin," tuturnya.
Ancaman Mediasi dari Provinsi
Mengenai langkah lebih lanjut, Erwan mengaku saat ini masih menunggu itikad baik dari keduanya untuk menyelesaikan persoalan secara mandiri. Pihak Pemprov Jabar akan memantau ketat efektivitas pelayanan publik di Bandung sebelum memutuskan untuk melakukan intervensi.
"Ya, kita lihat mereka sudah pada dewasa. Kalau mereka bisa selesaikan secara sendiri ya kenapa harus dimediasi? Kalau mereka memang sudah sampai ke permasalahan yang lebih mendalam, yang lebih sulit untuk mereka bermediasi sendiri, ya kita akan mediasi," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, isu keretakan hubungan ini mencuat di tengah dinamika hukum yang sempat menyelimuti Erwin terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang. Meskipun kasus tersebut kini sudah ditutup melalui mekanisme SP3, gesekan isu pembagian peran strategis di Pemkot Bandung diyakini menjadi pemicu utama ketidakharmonisan yang kian terlihat oleh publik.
Editor : Agung Bakti Sarasa