Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Warga Bandung Bisa Terbang Langsung ke Luar Negeri dari Bandara Husein Mulai Oktober
Advertisement . Scroll to see content

Jawa Barat Dominasi Pengguna QRIS Nasional, Digitalisasi UMKM Jadi Prioritas

Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:38 WIB
  • author Aga Gustiana
Jawa Barat Dominasi Pengguna QRIS Nasional, Digitalisasi UMKM Jadi Prioritas
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6, AstraPay menggelar Media Gathering & Workshop di Bandung. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6, AstraPay menggelar Media Gathering & Workshop di Bandung sebagai upaya memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia, media, dan pelaku UMKM dalam mendorong literasi keuangan digital serta percepatan transformasi pembayaran digital di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Progo, Kota Bandung, Jumat (10/7/2026), menghadirkan workshop bertajuk From News Room to News Creator yang ditujukan bagi jurnalis, sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai penguatan ekosistem pembayaran digital.

Presiden Direktur AstraPay, Rina Apriana, mengatakan perjalanan enam tahun AstraPay tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari regulator, pelaku usaha, hingga media massa.

"Hari ini kami mengumpulkan seluruh stakeholder yang membuat ekosistem digital payment ini berjalan, mulai dari UMKM, AstraPay sebagai penyedia jasa pembayaran digital, media yang memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga Bank Indonesia sebagai regulator," ujar Rina.

Ia mengungkapkan, hingga usia keenam, AstraPay telah memiliki lebih dari 17,5 juta pengguna di seluruh Indonesia dengan lebih dari 300 juta transaksi yang telah difasilitasi serta nilai transaksi mencapai lebih dari Rp150 triliun.

"Angka-angka itu bukan sekadar pencapaian, tetapi bagaimana kami bisa memberikan manfaat nyata, terutama bagi UMKM sebagai salah satu pilar penting perekonomian Indonesia," katanya.

Menurut Rina, Jawa Barat dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap transaksi AstraPay.

"Berdasarkan data internal kami, sekitar 15 persen transaksi AstraPay berasal dari Jawa Barat. Ini menunjukkan potensi digitalisasi keuangan di wilayah ini sangat besar," jelasnya.

Ia menambahkan, AstraPay terus mendorong digitalisasi UMKM melalui penggunaan pembayaran digital karena dinilai memberikan banyak manfaat, mulai dari keamanan transaksi hingga pencatatan keuangan yang lebih baik.

"Dengan digital payment, transaksi menjadi lebih aman, seluruh pembayaran tercatat, dan data transaksi tersebut bisa dimanfaatkan UMKM untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan," ujarnya.

Rina juga menilai keberadaan AstraPay dalam ekosistem Grup Astra menjadi salah satu keunggulan dibanding platform pembayaran digital lainnya.

"Kami berada di dalam ekosistem Astra sehingga pengguna bisa mengakses berbagai layanan, mulai dari pembayaran angsuran, pembiayaan, transportasi, hingga berbagai produk dan layanan Astra lainnya," katanya.

Sementara itu, Komisaris AstraPay, Peter Jacobs, menilai Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan sistem pembayaran digital yang sangat pesat, khususnya melalui penggunaan QRIS.

"Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Pembayaran menjadi lebih mudah, lebih aman, dan lebih tercatat sehingga mampu mempercepat roda perekonomian," ujarnya.

Peter menegaskan media memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan digital agar masyarakat memahami manfaat sekaligus risiko transaksi digital.

"Media memiliki peran besar menerjemahkan informasi dari regulator menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat sehingga literasi keuangan digital semakin meningkat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bandung, Nani Skaningsih, menyampaikan penggunaan QRIS di Jawa Barat terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

"Hingga Mei 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Barat mencapai sekitar 14,17 juta pengguna atau sekitar 22,49 persen dari total nasional. Dari sisi merchant terdapat sekitar 10,45 juta merchant, terbesar di Indonesia," ungkap Nani.

Menurutnya, mayoritas merchant QRIS di Jawa Barat berasal dari sektor usaha mikro sehingga digitalisasi pembayaran memiliki peran strategis dalam memperkuat UMKM.

"Digitalisasi UMKM bukan hanya soal pembayaran, tetapi juga membuka peluang meningkatkan produktivitas, efisiensi pencatatan keuangan, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar," jelasnya.

Nani berharap kolaborasi antara regulator, penyelenggara sistem pembayaran, media, dan pelaku UMKM terus diperkuat agar literasi keuangan digital semakin meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

"Semoga sinergi ini terus memberikan manfaat dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus mendukung perkembangan UMKM di Indonesia," pungkasnya.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut