Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Beasiswa S2 Bagi Mahasiswa Berprestasi, Dorong Wawasan dan Karier
Advertisement . Scroll to see content

Investasi Amal Jariyah: Beasiswa BTS Resmi Diluncurkan demi Lahirkan 100 Penghafal Al-Qur'an

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:32 WIB
  • author Aga Gustiana
Investasi Amal Jariyah: Beasiswa BTS Resmi Diluncurkan demi Lahirkan 100 Penghafal Al-Qur'an
TBS Gulirkan Beasiswa BTS, Targetkan Pembiayaan 100 Santri Tahfidz di Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Realita pahit kerap mewarnai perjalanan para penuntut ilmu di berbagai pondok tahfidz. Tidak sedikit santri dengan kualitas hafalan Kitab Suci yang sangat mendarah daging terpaksa menghentikan ikhtiar mulia mereka di tengah jalan. Faktor pemicunya bukan sekadar melemahnya niat, melainkan himpitan ekonomi serta keterbatasan logistik hidup yang belum tertopang dengan stabil.

Guna memutus rantai persoalan klasik tersebut, Tabungan Surga Dot Com (TBS) secara resmi menggulirkan program Beasiswa Huffadz Tabungan Surga (BTS). Agenda akbar bertajuk “Jejak Qur'an — Langkah Bersama Sang Penghafal” ini dilangsungkan secara hybrid bertempat di Pesantren Oase Al-Qur'an, Bandung, serta disiarkan secara virtual bagi publik luas. Melalui peluncuran ini, inisiatif mulia tersebut menargetkan sokongan finansial penuh bagi 100 orang santri penghafal Al-Qur'an baru untuk masa bakti 30 bulan ke depan.

Pengasuh Pondok Pesantren Oase Al-Qur’an, Ustadz Kunkun Ariyadi, dalam pemaparannya menekankan pentingnya memaksimalkan durasi hidup yang singkat melalui investasi amal jariyah yang berdampak panjang.

“Umur kita pendek dibanding umat umat di zaman sebelumnya. Artinya kesempatan amal kita juga pendek, lalu bagaimana agar amal kita bisa Panjang melebihi usia kita? Kita perlu amalan cerdas di waktu yang terbatas,” ujar Ustadz Kunkun Ariyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Oase Al-Qur’an.

Skema Patungan Fleksibel Demi 30 Juz Hafalan

Guna mewujudkan target pembiayaan tersebut, pihak TBS merancang skema partisipasi publik yang sangat inklusif. Masyarakat luas diajak untuk berkontribusi menyalurkan infak senilai Rp3.000.000 setiap bulannya selama rentang waktu 30 bulan. Dana terhimpun ini diproyeksikan untuk menopang kebutuhan satu orang santri secara utuh hingga menuntaskan setoran hafalan 30 juz.

Kendati demikian, program ini tidak menutup pintu bagi donatur dengan kemampuan finansial yang lebih dinamis. TBS menyediakan alternatif skema patungan gotong royong dengan besaran mulai dari Rp100.000 per bulan yang dihimpun bersama para donatur lainnya. Setiap kali akumulasi dana dari patungan tersebut mencapai kelipatan Rp3.000.000, sistem akan otomatis membentuk grup pendampingan khusus.

Secara teknis, seluruh alokasi dana yang masuk akan difokuskan ke dalam tiga pos krusial, yakni pemenuhan biaya hidup harian santri, subsidi biaya pendidikan serta proses setoran hafalan, hingga sokongan operasional dakwah lembaga pesantren tempat mereka menimba ilmu. Langkah strategis ini diharapkan mampu meringankan beban pondok-pondok tahfidz daerah yang selama ini berjuang mandiri di tengah keterbatasan anggaran.

Ketua TBS, Dhandi Andika, menggarisbawahi bahwa esensi utama dari gerakan sosial ini terletak pada konsistensi serta keberanian individu untuk mengambil peran kepedulian.

“Ini bukan tentang seberapa besar yang bisa kita berikan. Ini tentang keberanian untuk memulai. Yang sedang menunggu bukan angka yang besar — yang sedang menunggu adalah keputusan kita untuk mulai melangkah,” ujar Ketua TBS.

Transparansi Ketat dan Beragam Apresiasi Eksklusif

Demi menjaga integritas serta merawat kepercayaan para donatur, manajemen TBS memberlakukan empat pilar prinsip operasional yang transparan. Keempat pilar tersebut meliputi kejelasan profil penerima manfaat, keterbukaan data riil santri beserta pondok asalnya, pelaporan alokasi anggaran secara berkala, hingga interaksi aktif melalui grup pendampingan khusus yang menyertakan laporan perkembangan hafalan bulanan langsung dari pengasuh pesantren.

Tidak hanya berfokus pada aspek filantropi, pihak penyelenggara juga memberikan sejumlah benefit eksklusif bagi para donatur yang bergabung dalam ekosistem BTS. Di antaranya adalah akses eksklusif mengikuti kajian bisnis khusus bersama Dewa Eka Prayoga selaku pendiri Yayasan Dewa Eka Prayoga Foundation (DeEP-F)—sebuah lembaga yang aktif membina sekto kewirausahaan berlandaskan nilai-nilai sosial. Selain itu, donatur juga memperoleh fasilitas kajian online bulanan bersama pemuka agama nasional, kelas tahsin online mingguan, hingga hak istimewa untuk melakukan kunjungan langsung ke pondok pesantren penerima manfaat.

Dewa Eka Prayoga, dalam sesi gelar wicara (talkshow) peluncuran program, turut menyampaikan pandangan inspiratifnya mengenai harmonisasi antara produktivitas bisnis dan budaya berbagi.

“Bagi saya, usaha yang tumbuh dan sedekah yang mengalir itu bukan dua hal yang terpisah. Mendukung santri penghafal Al-Qur'an lewat program seperti BTS adalah salah satu bentuk sedekah jariyah — investasi yang pahalanya terus mengalir, bahkan ketika kita sudah tidak ada,” tutur Dewa Eka Prayoga.

Rangkaian acara peluncuran program beasiswa ini ditutup dengan khidmat melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh para santri Pesantren Oase Al-Qur'an, pidato resmi pimpinan pondok, serta sesi penggalangan komitmen donasi yang menjadi puncak acara demi merampungkan target kuota 100 santri baru secara serentak.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut