Bukan Sekadar Legenda Persib, Dedi Kusnandar Punya Rekor Unik di Piala Presiden
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gelandang Persib Bandung Dedi Kusnandar mencatatkan pencapaian istimewa setelah tampil dalam seluruh delapan edisi Piala Presiden sejak turnamen tersebut pertama kali digelar pada 2015 hingga 2026.
Pemain yang akrab disapa Dado itu telah melewati perjalanan panjang bersama PERSIB di ajang Piala Presiden. Dalam delapan edisi, Dedi Kusnandar tercatat tampil sebanyak 23 pertandingan.
Lebih istimewa, perjalanan Dado bersama Piala Presiden membawanya tiga kali mencapai partai final dan menghasilkan tiga warna medali berbeda, yakni emas pada 2015, perunggu pada 2017, dan perak pada 2026.
Dedi Kusnandar Juara Piala Presiden 2015
Perjalanan Dedi Kusnandar di Piala Presiden dimulai pada edisi perdana 2015. Saat itu, Dado menjadi bagian dari skuad Persib yang berhasil keluar sebagai juara.
Persib mengangkat trofi Piala Presiden 2015 setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 18 Oktober 2015.
Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Dedi bersama Persib di Piala Presiden.
Persib Raih Posisi Ketiga pada Piala Presiden 2017
Dua tahun kemudian, Dedi Kusnandar kembali membawa Persib melangkah jauh di Piala Presiden 2017.
Namun, perjalanan Persib pada edisi tersebut tidak berakhir di final. Dedi dan rekan-rekannya harus puas mengakhiri turnamen di posisi ketiga.
Hasil tersebut membuat Dado memiliki koleksi medali perunggu dari Piala Presiden setelah sebelumnya meraih medali emas pada 2015.
Dedi Kusnandar Kembali ke Final Piala Presiden 2026
Setelah melewati sejumlah edisi, Dedi Kusnandar kembali membawa Persib ke partai puncak pada Piala Presiden 2026.
Pangeran Biru tampil impresif sejak fase grup dengan catatan sempurna sebelum menyingkirkan Persija Jakarta pada babak semifinal.
Namun, langkah Persib akhirnya terhenti di partai final. Persib harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya melalui drama adu penalti di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 6 Agustus 2026.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-1 hingga 120 menit sebelum Persebaya memenangkan adu penalti dengan skor 6-5.
Hasil tersebut membuat Dedi Kusnandar kembali meraih medali, kali ini berupa medali perak.
Tiga Final, Tiga Warna Medali
Perjalanan Dedi Kusnandar bersama Piala Presiden menjadi semakin menarik karena tiga kali mencapai partai final dan selalu membawa pulang warna medali yang berbeda.
“Pastinya pertama bangga bisa main di Peraib di delapan edisi Piala Presiden. Tidak kepikiran bakal sejauh ini dan bisa membawa prestasi Persib jadi juara 1, 2, 3,” kata Dado, dikutip dari laman resmi Persib, Senin (10/8/2026).
Pencapaian tersebut menjadikan Dedi Kusnandar sebagai salah satu pemain yang memiliki pengalaman panjang di Piala Presiden. Konsistensinya tampil dalam delapan edisi menunjukkan perjalanan kariernya yang berjalan beriringan dengan sejarah turnamen tersebut.
Dedi Kusnandar Jadikan Pengalaman sebagai Motivasi
Setelah melewati delapan edisi Piala Presiden, Dedi Kusnandar berharap pengalaman panjang tersebut dapat menjadi motivasi untuk menghadapi tantangan bersama Persib berikutnya.
Baginya, berbagai pengalaman yang didapat selama mengikuti Piala Presiden, mulai dari meraih juara hingga menjadi runner-up, merupakan bagian penting dari perjalanan karier.
“Semoga ini menjadi motivasi. Lebih baik ke depannya,” pungkas Dado.
Kini, perjalanan panjang Dedi Kusnandar bersama Piala Presiden bukan hanya menjadi catatan statistik. Delapan edisi, 23 pertandingan, serta tiga warna medali menjadi bukti konsistensi gelandang Persib tersebut dalam menjaga eksistensinya di turnamen sepak bola nasional.
Editor : Rizal Fadillah