Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Sertifikat Muncul di Lahan Cihapit Bandung, DPRD Jabar Minta Pengosongan Ditunda
Advertisement . Scroll to see content

Sungai Citepus Dayeuhkolot Tertutup Gunung Sampah, Warga Tuntut Tanggung Jawab Pemkot Bandung

Sabtu, 26 September 2026 | 20:31 WIB
  • author Aga Gustiana
Sungai Citepus Dayeuhkolot Tertutup Gunung Sampah, Warga Tuntut Tanggung Jawab Pemkot Bandung
Aliran Sungai Citepus dipenuhi sampah. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kembali harus menelan pil pahit akibat gempuran sampah kiriman yang datang secara masif dari arah Kota Bandung. Alih-alih menikmati lingkungan yang bersih, aliran Sungai Citepus di kawasan Kampung Cibiuk, Kelurahan Pasawahan, kini justru berubah menjadi lautan sampah plastik yang menggunung dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Ironisnya, tumpukan limbah rumah tangga ini datang tak lama setelah pemerintah kota tetangga menggelar aksi bersih-bersih sungai menyambut hari jadinya. Kondisi tersebut memantik kemarahan publik setempat yang menilai aksi bersih-bersih tersebut tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah kemasan hingga plastik tebal membendung aliran air tepat di sekitar Perumahan Cibiuk Indah Blok IV. Timbunan limbah yang tersangkut di bendung (weir) bahkan sudah sejajar dengan struktur beton. Keadaan ini semakin diperparah dengan kemunculan busa putih pekat di permukaan air, yang mengindikasikan tingginya tingkat pencemaran limbah cair dari kawasan hulu.

Kritik tajam pun dilayangkan oleh warga setempat yang merasa wilayahnya dijadikan tempat pembuangan akhir secara tidak langsung oleh daerah tetangga. Saepudin (50), warga Kelurahan Pasawahan, mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka terhadap efektivitas program pembersihan sungai yang dilakukan sebelumnya.

"Saya melihat kegiatan bersih-bersih Sungai Citepus di Kota Bandung hanya seremonial. Setelah diamati dari video, ternyata petugas tidak menaikkan sampah ke darat. Mayoritas tetap saja dilarungkan ke sungai. Pada akhirnya sampah kiriman ini akan mengalir dan sampai ke Dayeuhkolot," ujar Saepudin.

Ia mendesak agar pimpinan daerah tetangga tidak tinggal diam melihat penderitaan warga di wilayah hilir yang terus-menerus menjadi korban kiriman limbah.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut