Aher Sentil Ketimpangan Ekonomi Jabar Jelang HUT Ke-81 RI
BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Ketimpangan penguasaan ekonomi dan distribusi kesejahteraan di Provinsi Jawa Barat dinilai masih tinggi.
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) II Jawa Barat dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan dalam pertemuannya dengan jajaran Kaukus Ketokohan Jawa Barat (KKJB), mengatakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus jadi ajang evaluasi perjalanan pembangunan di Jawa Barat.
"Jawa Barat itu darah daging saya. Secara umum, tentu kami punya harapan agar HUT Kemerdekaan RI ini menjadi momentum untuk mengevaluasi apa yang sudah dihasilkan oleh bangsa, serta pijakan untuk menentukan kembali arah pembangunan ke depan," ucapnya.
Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk merefleksikan apakah pembangunan telah sejalan dengan cita-cita para proklamator.
Ia secara khusus menyoroti amanat Pasal 33 UUD 1945 terkait pengelolaan sumber daya alam. Aher menegaskan, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
"Namun melihat implementasi di lapangan masih belum sepenuhnya merata," kata Mantan Gubernur Jawa Barat yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.
Oleh karena itu, ia menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang secara tegas merujuk pada Pasal 33 UUD 1945 dalam mengelola perekonomian nasional.
"Ketimpangan masih terjadi di lapangan. Distribusi kesejahteraan ini harus dikelola sedemikian rupa hingga indeks rasio ketimpangan makin kecil. Kebijakan pemerintah harus benar-benar mampu diterjemahkan secara baik oleh seluruh pemangku kebijakan," tuturnya.
Disinggung terkait pembangunan Jawa Barat, Aher menekankan pentingnya asas keberlanjutan. Ia berharap program pembangunan tidak terputus hanya karena adanya pergantian kepemimpinan.
Kebijakan yang sudah berjalan baik harus dilanjutkan, sementara yang kurang tepat perlu dievaluasi atau dihentikan. Ia juga mencontohkan besarnya potensi Jawa Barat bagian selatan yang infrastrukturnya mulai digenjot pada masa kepemimpinannya.
"Jabar selatan memiliki banyak potensi. Selama masa kepemimpinan saya, pembangunan dipacu cepat, seperti penyelesaian 11 jembatan dan jalan yang dibeton serta di-hotmix pada 2014. Saat ini perawatannya terus berjalan dan statusnya telah menjadi jalan nasional," sebutnya.
Ketua Forum KKJB, Eka Santosa mengatakan, silaturahmi ini merupakan bagian dari diskusi panjang menyambut HUT ke-81 RI dan Provinsi Jawa Barat. Ia mengapresiasi kehadiran Aher yang dinilai memiliki rekam jejak dan prestasi terukur selama memimpin Jabar.
Eka memandang posisi Aher sebagai Ketua BAM DPR RI sangat strategis untuk menjembatani 91 wakil rakyat asal Jabar dengan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
Untuk memaksimalkan dialog dan menyerap aspirasi tersebut, KKJB akan menggelar pertemuan lanjutan sekaligus sarasehan bertajuk "Jawa Barat yang Kemarin & Jawa Barat yang Akan Datang" bertempat di Aula Pikiran Rakyat, Rabu 19 Agustus 2026.
"Pertemuan itu rencananya akan dihadiri langsung oleh narasumber Ahmad Heryawan, para pakar dan saya sendiri sebagai Ketua KKJB," kata Eka.
Lebih jauh, Eka menambahkan bahwa KKJB akan terus membuka ruang bagi aspirasi kultural masyarakat Jawa Barat secara objektif.
Pihaknya siap merekomendasikan tokoh-tokoh lokal yang layak berkiprah di tingkat nasional berdasarkan rekam jejak yang jelas, bukan sekadar afiliasi partai politik.
"Kami mempunyai referensi yang objektif. Kami tidak murni berbicara partai, melainkan karya nyata yang bisa dilihat, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Bicara kesundaan dan Jabar adalah tata nilai, harus ada wujud visual dan karya nyatanya," tandasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana