Misteri Duel Berdarah di Kontrakan Cimahi, Polisi Ungkap Fakta Baru
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Peristiwa berdarah terjadi di sebuah kamar kontrakan di Kampung Lembur Sawah, RT 05/RW 16, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Kamis (13/8/2026) pagi.
Dua pria berinisial DK (28) dan AN (23) ditemukan dalam kondisi terluka parah. Keduanya diduga terlibat pertikaian yang melibatkan senjata tajam.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, kondisi AN memburuk setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. AN akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore akibat luka yang dideritanya.
Polisi Selidiki Pertikaian Dua Pria di Cimahi
Kapolres Cimahi AKBP M. Faruk Rozi mengatakan, sebelum kejadian, AN diketahui mendatangi DK yang sedang berada di kamar kontrakan milik adiknya.
Polisi memastikan DK dan AN sudah saling mengenal. Keduanya diduga terlibat persoalan yang kemudian berujung pada pertikaian.
"Terkait aksi penganiayaan tersebut, terjadi karena ada permasalahan di antara saudara DK dan AN. Mereka saling kenal," ujar Faruk saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan siapa yang lebih dahulu melakukan serangan. Penyebabnya, tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa yang terjadi di dalam kamar kontrakan tersebut.
Polisi Lakukan Digital Forensik
Untuk mengungkap kronologi secara utuh, penyidik kini melakukan pemeriksaan digital forensik.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari petunjuk yang dapat membantu polisi mengungkap rangkaian kejadian, termasuk siapa yang melakukan serangan lebih dulu atau apakah pertikaian tersebut merupakan duel antara kedua pria.
"Kami melakukan digital forensik untuk membuat terang kejadian tersebut, siapa yang menyerang terlebih dahulu atau apakah ada duel antara keduanya," kata Faruk.
Selain pemeriksaan digital forensik, polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
DK dan AN Alami Luka Senjata Tajam
Berdasarkan pemeriksaan awal, DK mengalami luka pada tangan kanan serta robekan di bagian leher.
Sementara itu, AN mengalami luka robek pada bagian leher yang diduga akibat sabetan senjata tajam. AN juga disebut mengalami pendarahan hebat hingga akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.
"Saudara DK mengalami luka di bagian tangan kanan dan robek di bagian leher. Lalu untuk AN, mengalami luka robek di bagian leher diduga luka tersebut karena sabetan senjata tajam. AN yang mengalami pendarahan hebat, akhirnya meninggal Kamis sore," jelas Faruk.
Polisi Periksa Empat Saksi
Hingga Jumat (14/8/2026), penyidik Polres Cimahi telah meminta keterangan dari empat orang saksi untuk mengungkap motif dan kronologi pertikaian tersebut.
Dua dari empat saksi yang diperiksa merupakan anggota keluarga dari DK dan AN.
"Pemeriksaan saksi terus berjalan, kami sampai saat ini sudah memeriksa empat orang saksi dan pulbaket. Empat orang saksi itu, dua di antaranya merupakan keluarga dari kedua orang tersebut," pungkas Faruk.
Polisi masih mendalami motif pertikaian serta rangkaian kejadian yang menyebabkan dua pria tersebut mengalami luka parah dan berujung pada meninggalnya AN.
Editor : Rizal Fadillah