Bermula dari Jalanan, Berujung Peluang Baru: Kisah Mereka yang Memilih Naik Kelas
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ada banyak cara untuk memaknai semangat kemerdekaan. Bagi sebagian orang, salah satunya adalah terus membuka kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memiliki pilihan hidup yang lebih luas.
Semangat tersebut coba dihadirkan melalui GrabAcademy, wadah pembelajaran yang diperuntukkan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus upaya memperluas kesempatan bagi para mitra untuk mengembangkan keterampilan.
Bukan sekadar tempat mengikuti pelatihan, GrabAcademy dirancang sebagai ruang bagi para mitra untuk mengenal berbagai peluang baru. Mulai dari meningkatkan kemampuan sebagai pengemudi, mengembangkan usaha kuliner, belajar membuat konten, hingga melanjutkan pendidikan.
Program bertajuk “Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas” tersebut juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
Dari Video Pelatihan hingga Ruang Belajar yang Lebih Luas
Perjalanan GrabAcademy sebenarnya telah dimulai sejak 2018. Pada awalnya, platform tersebut hadir sebagai pustaka video yang berisi pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi.
Seiring waktu, kebutuhan para mitra berkembang. Grab kemudian memperluas fungsi GrabAcademy menjadi wadah pembelajaran dengan berbagai jalur pengembangan.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi. Dari jumlah tersebut, lebih dari 204.000 mitra telah menyelesaikan seluruh modul wajib.
Bagi Mitra Merchant, pembelajaran juga dilakukan melalui kelas daring dan pelatihan tatap muka. Materinya cukup beragam, mulai dari pengelolaan toko, menu dan pesanan, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.
Dengan pendekatan tersebut, belajar tidak lagi sekadar soal mengikuti pelatihan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan para mitra dalam mencari peluang baru.
Lima Pilihan untuk Mitra Pengemudi
Program Mitra Naik Kelas menghadirkan lima jalur pengembangan bagi Mitra Pengemudi. Setiap jalur menawarkan pilihan berbeda sesuai kebutuhan dan aspirasi masing-masing.
1. Mitra Melaju
Jalur ini membuka kesempatan bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar, termasuk melalui program sewa kendaraan.
Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 Mitra Pengemudi telah bertransisi dari roda dua ke roda empat.
Bagi sebagian mitra, kesempatan tersebut menjadi cara untuk memperluas pilihan pekerjaan tanpa harus langsung memiliki kendaraan sendiri.
2. Mitra Pengusaha
Tidak semua orang ingin selamanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Jalur Mitra Pengusaha memberikan pembelajaran bagi Mitra Pengemudi yang ingin merintis atau mengembangkan usaha kuliner sebagai Mitra Merchant.
Materinya mencakup dasar-dasar usaha, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan operasional, hingga penggunaan ekosistem GrabMerchant.
Sepanjang 2026, tercatat 19.368 Mitra Pengemudi telah beralih menjadi Mitra Merchant.
3. Beasiswa Mitra
Kesempatan untuk berkembang juga hadir melalui pendidikan.
Program Beasiswa Mitra membuka akses pendidikan tinggi bagi 4.732 mitra dan anak mitra, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka dan penyaluran oleh Benihbaik.com.
Sementara melalui GrabScholar, sejak 2022 Grab telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar.
Program tersebut mencakup keluarga Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta masyarakat umum.
4. Mitra Kreator
Bagi mitra yang memiliki ketertarikan pada dunia digital, tersedia jalur Mitra Kreator.
Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pengembangan persona, pencarian ide konten, produksi dan penyuntingan video, interaksi dengan audiens, hingga pengenalan peluang monetisasi.
Sekitar 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan, sedangkan lebih dari 200 mitra terpilih mengikuti workshop.
Pengalaman sehari-hari sebagai pengemudi pun dapat menjadi sumber ide untuk menghasilkan karya digital.
5. Mitra Instruktur
Jalur terakhir ditujukan bagi Mitra Pengemudi berpengalaman yang memiliki kemampuan komunikasi dan ingin berbagi pengetahuan.
Melalui jalur ini, mitra dapat berkesempatan memberikan pelatihan sekaligus mendampingi pengemudi lainnya.
Lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat mengikuti jalur tersebut. Sekitar 183 mitra telah menyelesaikan modul dan program pelatihan.
Merchant Juga Punya Ruang untuk Berkembang
GrabAcademy tidak hanya ditujukan untuk Mitra Pengemudi. Para pelaku usaha yang menjadi Mitra Merchant juga mendapatkan akses pembelajaran.
Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM, terutama mereka yang ingin meningkatkan pengelolaan usaha dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Salah satunya melalui kelas reguler daring. Sekitar 10 kelas online digelar setiap minggu dengan materi mulai dari pengelolaan toko, pesanan, menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, hingga media sosial.
Sepanjang 2025, kelas tersebut telah menjangkau sekitar 14.000 Mitra Merchant.
Selain kelas online, terdapat pula pelatihan tatap muka sekitar 10–12 sesi setiap minggu. Pelatihan ini telah diikuti sekitar 1.200 Mitra Merchant dari sejumlah kota, termasuk Jakarta, BSD, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Bandung.
Materi yang diberikan antara lain pengelolaan profil toko, promosi, iklan, ulasan pelanggan, media sosial, serta pemanfaatan fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Belajar Tak Harus Meninggalkan Pekerjaan
Salah satu hal menarik dari program ini adalah fleksibilitas pembelajaran.
Para mitra dapat mengakses artikel dan video singkat berdurasi satu hingga lima menit melalui Merchant Resource Center. Materi juga tersedia melalui aplikasi GrabMerchant, WhatsApp, email, dan kanal YouTube GrabAcademyMerchant.
Dengan model seperti ini, proses belajar dapat disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang menyebut pendidikan tinggi dapat menjadi sarana meningkatkan kapasitas diri tanpa harus membuat seseorang meninggalkan pekerjaannya.
“Dengan sistem pembelajaran terbuka, fleksibel, dan berbasis teknologi, para mitra tidak harus memilih antara bekerja dan melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjalankan keduanya secara beriringan,” ujarnya.
Naik Kelas Tidak Harus Berarti Berganti Profesi
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan semangat “naik kelas” tidak harus dimaknai sebagai keharusan meninggalkan profesi yang sedang dijalani.
Menurutnya, setiap orang memiliki jalan perkembangan yang berbeda.
“Ada yang berkembang sebagai Mitra Pengemudi, ada yang merintis usaha dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur,” kata Neneng.
Karena itu, GrabAcademy dirancang untuk memberikan semakin banyak pilihan kepada para mitra.
Semangat tersebut juga mendapat apresiasi dari Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman.
Menurut Maman, setiap pekerjaan yang dijalankan dengan baik dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia.
Ia menilai semangat naik kelas sebaiknya dipahami sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan, bukan semata-mata meninggalkan pekerjaan yang selama ini dijalani.
Menyambut Kemerdekaan dengan Memperluas Pilihan
Kehadiran GrabAcademy menjadi bagian dari rangkaian “Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu” dalam momentum HUT ke-81 RI.
Melalui program tersebut, Grab mengajak mitra, pengguna, pemerintah, komunitas, dan mitra strategis untuk bersama-sama menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih inklusif.
GrabAcademy juga menjadi bagian dari komitmen “Grab untuk Indonesia” senilai lebih dari Rp100 miliar yang diumumkan pada awal 2026.
Setelah sebelumnya menghadirkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Mitra Pengemudi berprestasi serta Bonus Hari Raya 2026, Grab kini memperluas perhatian pada pengembangan keterampilan.
Pada akhirnya, cerita tentang “naik kelas” mungkin memang tidak selalu tentang perubahan besar. Bagi seorang pengemudi, bisa jadi langkah tersebut dimulai dari berani mencoba kendaraan roda empat. Bagi yang lain, mungkin dimulai dengan membuka usaha kecil, belajar membuat konten, menjadi instruktur, atau kembali melanjutkan pendidikan.
Semangatnya tetap sama: memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menentukan sendiri langkah berikutnya.
GrabAcademy dapat diakses melalui portal resmi yang disediakan Grab, sementara Program Mitra Naik Kelas tersedia bagi Mitra Pengemudi sesuai persyaratan masing-masing jalur. Informasi pembelajaran untuk Mitra Merchant tersedia melalui aplikasi GrabMerchant, Merchant Resource Center, kanal komunikasi resmi GrabMerchant, dan kanal YouTube GrabAcademyMerchant.
Editor : Rizal Fadillah