Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Anak Muda dan Perkuat Akar Rumput, Gema Bangsa Siap Gebrak Jawa Barat
Advertisement . Scroll to see content

Melihat Inovasi Pesantren di Bandung, Padukan Kurikulum Agama dan Kemandirian Ekonomi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:00 WIB
  • author Aga Gustiana
Melihat Inovasi Pesantren di Bandung, Padukan Kurikulum Agama dan Kemandirian Ekonomi
Kunjungi Pesan Trend Bandung, Menko Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Kemandirian Ekonomi. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Dunia pendidikan keagamaan di tanah air dituntut untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati diri utamanya. Lebih dari sekadar tempat menimba ilmu agama, lembaga pendidikan Islam kini diproyeksikan sebagai motor penggerak utama dalam mencetak generasi yang mandiri secara ekonomi dan peka terhadap potensi lingkungan sekitar.

Visi besar tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Pesan Trend atau Sekolah Rimba Indonesia yang diinisiasi oleh Yayasan Pemuda Hijrah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).

Menurut Menko Muhaimin, orientasi pendidikan modern harus mampu melahirkan manusia yang tidak hanya matang secara karakter, tetapi juga memiliki keahlian praktis untuk membaca peluang dan berdiri di atas kaki sendiri.

“Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar. Pesantren bisa menjadi ruang untuk membangun manusia yang punya karakter, keterampilan, kemampuan melihat peluang, dan pada akhirnya mampu mandiri,” ujar Muhaimin.

Ia menilai bahwa model pendidikan yang menyatukan kurikulum keagamaan, pembentukan mental, kecintaan lingkungan, serta eksplorasi potensi lokal merupakan jawaban tepat untuk menjawab tantangan zaman. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kapasitas sumber daya manusia sejak dini.

Hal tersebut tampak jelas dalam ekosistem Pesan Trend yang menggabungkan kurikulum nasional, pendalaman Al-Qur'an, konsep permakultur, hingga pelatihan keterampilan hidup (life skills). Para santri tidak hanya menghabiskan waktu di dalam kelas, melainkan terjun langsung mengelola sektor pertanian, peternakan, daur ulang limbah, budidaya kopi, hingga sektor wisata edukasi.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut