Sinergi Industri Lokal dan Prancis Bidik Potensi Pasar Olahan Keju 280 Juta Jiwa
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Produsen keju Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) yang merupakan anak usaha PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), merayakan ulang tahun ke-20 dengan mempererat kemitraan strategis bersama raksasa produsen keju asal Prancis, Bel S.A. (Bel).
Melalui gelaran Partnership Gathering, perayaan ini ditandai dengan kunjungan langsung CEO Bel Group, Cécile Béliot, ke pabrik manufaktur baru milik MBR yang berlokasi di Sumedang, Jawa Barat. Langkah ini mengukuhkan komitmen bersama antara Garudafood, MBR, dan pemegang merek global seperti The Laughing Cow®, Kiri®, dan Babybel® tersebut dalam menggarap potensi pasar olahan susu di tanah air.
Agenda ini dihadiri oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumedang Drs. Kemal Idris, MPSSp, perwakilan Kedutaan Besar Prancis, serta jajaran manajemen puncak dari Garudafood, MBR, dan SNS selaku distributor resmi.
Dalam pidatonya, CEO Bel Group Cécile Béliot menyoroti gabungan kapabilitas dari ketiga entitas bisnis tersebut.
“Hari ini, kita berkumpul bukan hanya sebagai pemegang saham dan mitra bisnis, melainkan sebagai satu keluarga besar yang merayakan hari jadi MBR yang ke-20. Kemitraan ini menyatukan kekuatan yang saling melengkapi, yaitu keahlian Garudafood di bidang makanan ringan (snacking) dan jaringan distribusi nasional yang luas, kepemimpinan MBR di pasar keju dan food service di Indonesia, serta keunggulan merek global Bel yang telah teruji lebih dari 100 tahun beserta keahliannya dalam pembuatan keju,” ujar Cécile Béliot, CEO Bel Group.
Rendahnya tingkat konsumsi keju per kapita masyarakat Asia—yang masih berada di bawah 1 kilogram dibandingkan kawasan Eropa yang melampaui 20 kilogram per orang—menjadi ceruk pasar yang sangat potensial bagi Bel Group untuk melakukan penetrasi jangka panjang di Indonesia.
Melalui pesan tertulis, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan investor global dan lokal di wilayahnya.
“Investasi merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyambut baik investasi yang masuk dan memberikan nilai tambah bagi daerah, termasuk melalui kolaborasi Garudafood, MBR, dan Bel,” tutur Dony.
Peluang ekspansi ini juga disambut optimistis oleh Direktur Utama Garudafood sekaligus Komisaris Utama MBR, Hardianto Atmadja. Menurutnya, potensi populasi Indonesia yang besar menjadi daya tarik utama investasi.
“Kehadiran Bel menunjukkan bahwa Indonesia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, merupakan pasar strategis dengan potensi pertumbuhan yang besar. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bel atas kepercayaan yang diberikan dengan memilih Garudafood dan MBR sebagai mitra strategis jangka panjang di Indonesia. Kami optimistis kolaborasi ini akan memberikan kontribusi positif bagi MBR dan semakin memperkuat prospek pertumbuhan perusahaan, baik di pasar domestik maupun regional,” ujar Hardianto Atmadja.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja menegaskan bahwa penggabungan pemahaman konsumen lokal dan keahlian global akan melambungkan standar industri keju dalam negeri.
“Ini bukan sekadar kemitraan bisnis, melainkan kolaborasi strategis antara kekuatan yang saling melengkapi, yakni keunggulan lokal Prochiz dengan keahlian global Bel. Kami percaya sinergi ini akan membuka babak baru bagi industri keju nasional sekaligus menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global. Bersama Bel, kami ingin membangun industri keju nasional yang semakin besar, kuat, dan berdaya saing hingga level global,” tambah Dede Patmawidjaja.
Guna menopang target jangka panjang, MBR kini tengah merampungkan fasilitas manufaktur anyar di atas lahan seluas 25.000 meter persegi di Sumedang. Ditargetkan beroperasi penuh pada 2028, pabrik ini diproyeksikan mendongkrak total kapasitas produksi MBR hingga 60.000 ton per tahun untuk menyokong lini Prochiz, Top Chiz, serta lini produk Bel.
Mengusung konsep ramah lingkungan, sekitar 30% dari area pabrik dialokasikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta dibekali panel surya berkapasitas 250 kWp sebagai sumber energi terbarukan.
Ekspansi MBR didukung oleh kinerja keuangan yang solid pada Semester I 2026. Perseroan berhasil mengantongi pendapatan penjualan sebesar Rp960 miliar dan membukukan laba bersih Rp105,5 miliar—naik 15,4% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp91,5 miliar.
Sinergi antara jaringan distribusi Garudafood, dominasi pasar MBR, dan portofolio global Bel diharapkan dapat memperluas jangkauan produk keju berkualitas bagi masyarakat sekaligus mengukuhkan posisi Sumedang sebagai salah satu pusat manufaktur keju nasional.
Editor : Agung Bakti Sarasa