get app
inews
Aa Text
Read Next : 5 Tempat Spa di Bandung untuk Healing, Ada yang Buka hingga Malam

Bandung Jadi Panggung Talenta Fisika Dunia, 111 Finalis dari 6 Negara Adu Kecerdasan di IAPhO 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:25 WIB
header img
IAPhO 2026 sukses digelar di Bandung dengan 111 finalis dari 6 negara. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Kota Bandung menjadi tempat bertemunya talenta muda bidang sains dari berbagai negara dalam ajang International Applied Physics Olympiad (IAPhO) 2026. Kompetisi fisika internasional tersebut sukses digelar pada 27-30 Agustus 2026 di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sebanyak 111 finalis dari enam negara ambil bagian dalam babak final IAPhO 2026. Mereka merupakan peserta terbaik yang berhasil melewati rangkaian seleksi dari babak kualifikasi hingga semifinal.

Enam negara yang mengirimkan finalis dalam IAPhO 2026 yakni Indonesia, Rusia, Qatar, India, Vietnam, dan Singapura.

Kehadiran peserta dari berbagai negara tidak hanya menjadikan IAPhO sebagai kompetisi akademik, tetapi juga menjadi ruang pertemuan generasi muda untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring, serta memperkuat persahabatan internasional melalui bidang fisika.

Perjalanan 262 Peserta hingga Menjadi 111 Finalis

Perjalanan menuju final IAPhO 2026 berlangsung melalui tiga tahapan utama, yakni Babak Kualifikasi, Babak Semifinal, dan Babak Final.

Babak kualifikasi dan semifinal digelar secara daring. Mekanisme tersebut memungkinkan pelajar dari berbagai negara mengikuti kompetisi tanpa harus datang langsung ke Indonesia.

Pada babak kualifikasi, sebanyak 262 peserta dari 13 negara mengikuti kompetisi.

Seleksi kemudian berlanjut ke babak semifinal. Sebanyak 180 peserta dari 10 negara berhasil melaju dan kembali diuji kemampuan mereka sebelum akhirnya terpilih menjadi finalis.

Puncaknya, 111 peserta dari enam negara hadir secara langsung di Bandung untuk mengikuti babak final IAPhO 2026.

Rangkaian seleksi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju final bukan sekadar mengandalkan kemampuan menghafal rumus fisika. Peserta dituntut mampu memahami persoalan, menganalisis kondisi, melakukan penalaran, serta menerapkan konsep fisika untuk menyelesaikan berbagai persoalan aplikatif.

IAPhO Tak Sekadar Adu Rumus Fisika

Berbeda dari kompetisi yang hanya berorientasi pada hasil akhir, IAPhO dirancang untuk mendorong peserta memahami bagaimana ilmu fisika dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata.

Kemampuan berpikir kritis, analisis, pemecahan masalah, kreativitas, hingga penerapan konsep menjadi bagian penting dalam kompetisi tersebut.

Karena itu, pengalaman mengikuti IAPhO dapat menjadi bekal akademik bagi para peserta untuk melanjutkan pengembangan diri di bidang sains, teknologi, dan inovasi.

Penyelenggaraan final di Bandung juga memberikan pengalaman berbeda bagi peserta internasional.

Para pelajar tidak hanya berkompetisi di ruang akademik, tetapi juga berkesempatan mengenal Indonesia, khususnya Bandung yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota pendidikan, kreativitas, dan inovasi.

Pertemuan peserta dari enam negara juga membuka peluang terciptanya jejaring baru di antara talenta muda yang memiliki ketertarikan pada bidang sains.

Empat Siswa Raih Grand Award IAPhO 2026

Puncak IAPhO 2026 ditandai dengan pemberian penghargaan kepada peserta dengan capaian terbaik.

Empat peserta berhasil meraih Grand Award berdasarkan kategori studi kasus yang diperlombakan.

Untuk Grand Award Studi Kasus Kategori A, penghargaan diraih oleh Rafif Azka dari MAN Insan Cendekia OKI, Indonesia.

Sementara itu, Grand Award Kategori B diraih oleh Devalin Vincenta Harianja dari Sekolah Cita Buana, Indonesia.

Untuk Grand Award Studi Kasus Kategori C, penghargaan diberikan kepada Nguyen Thi Huong Giang dari High School for Gifted Students, HNUE, Vietnam.

Adapun Grand Award Kategori D kembali diraih peserta asal Indonesia, yakni Mikael Cedricus Guido Soesanto dari Cita Hati Christian School East Campus.

Keberhasilan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Indonesia dalam penyelenggaraan kompetisi fisika internasional di Bandung.

Namun, penghargaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan peserta. Seluruh finalis yang berhasil mencapai tahap akhir telah melewati proses seleksi yang panjang dan berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara.

ISS Dorong Talenta Muda Berjejaring di Level Internasional

Ketua Umum Indonesia Scientific Society (ISS), Iwan Budiman, S.Si., M.Pd., mengatakan penyelenggaraan IAPhO 2026 menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam mengembangkan kemampuan sains sekaligus memperluas jejaring internasional.

Menurut Iwan, IAPhO tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kompetisi untuk menentukan siapa yang memperoleh medali.

Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi proses pembelajaran yang mendorong peserta mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta penerapan konsep fisika dalam kehidupan nyata.

“IAPhO bukan sekadar kompetisi untuk mengukur kemampuan peserta dalam bidang fisika. Lebih dari itu, IAPhO menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kemampuan menerapkan konsep fisika dalam menghadapi persoalan nyata,” jelas Iwan.

Menurutnya, pertemuan pelajar dari berbagai negara juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan IAPhO.

Peserta dapat saling bertukar pengalaman dan membangun persahabatan yang berpotensi berkembang menjadi kolaborasi akademik pada masa mendatang.

“Kami juga ingin mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai negara agar mereka dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan serta kolaborasi internasional,” tambahnya.

Dorong Generasi Muda Tertarik pada Sains

Iwan menilai keterlibatan ratusan peserta dari berbagai negara memperlihatkan bahwa ketertarikan generasi muda terhadap sains dan fisika terapan masih sangat besar.

Menurutnya, kompetisi seperti IAPhO dapat menjadi salah satu pintu bagi pelajar untuk mengenal dunia penelitian, teknologi, dan inovasi sejak usia sekolah.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti IAPhO 2026, termasuk mereka yang belum mendapatkan medali.

“Keberanian untuk berkompetisi di tingkat internasional merupakan sebuah pencapaian tersendiri,” ujar Iwan.

Ia berharap pengalaman selama IAPhO 2026 dapat mendorong para peserta untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bandung Jadi Titik Temu Talenta Fisika Dunia

Berakhirnya IAPhO 2026 di Bandung tidak hanya meninggalkan daftar pemenang dan peraih penghargaan.

Kompetisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana ajang sains dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pelajar dari berbagai negara.

Dari 262 peserta pada babak kualifikasi, 180 peserta berhasil melaju ke semifinal hingga akhirnya 111 finalis bertemu secara langsung di Bandung.

Proses panjang tersebut menunjukkan bahwa kompetisi fisika bukan hanya mengenai siapa yang paling cepat menemukan jawaban, tetapi juga tentang bagaimana peserta memahami persoalan, menyusun analisis, dan menemukan solusi.

Melalui semangat “Connecting Young Minds Through Applied Physics”, IAPhO 2026 menempatkan fisika sebagai bahasa ilmiah yang mempertemukan generasi muda lintas negara.

Bandung pun menjadi saksi pertemuan talenta-talenta muda yang tidak hanya berkompetisi untuk meraih penghargaan, tetapi juga membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan jejaring internasional yang dapat menjadi bekal untuk perjalanan akademik mereka di masa depan.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut