Jadwal Padat Persib di Asia dan Domestik Bikin Umuh Muchtar Khawatir Krisis Pemain
Melihat kondisi yang terbilang ekstrem ini, Umuh menyentil pihak regulator agar lebih bijak dan fleksibel dalam merancang kalender kompetisi, terlebih bagi tim yang mengemban misi membawa nama bangsa di pentas Asia.
“Harusnya ada jeda lah, minimal satu hari lagi, dua hari lagi diatur. PSSI harusnya bisa mengatur seperti itu,” katanya.
Sebab, penerbangan lintas negara membutuhkan waktu dan tenaga ekstra yang menguras kebugaran atlet.
“Pertandingan-pertandingan cuma dua hari, apalagi ini kita kan membawa nama Indonesia dan pergi pun juga di luar negeri. Ke Korea bukan dekat,” tutur Haji Umuh.
Sebelum diterpa badai jadwal di pertengahan bulan, langkah awal Persib di musim 2026/2027 akan dimulai saat menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 6 September.
Di balik ancaman krisis stamina, Umuh menitikberatkan pentingnya menjaga soliditas internal. Strategi unik yang rutin ia terapkan adalah mengumpulkan seluruh elemen tim dalam acara makan bersama demi mengikis sekat antarpenghuni ruang ganti.
“Jadi tidak ada lokal, tidak ada asing, jadi semuanya harus berbaur dan tetap bersatu,” ujarnya.
Melalui pendekatan kekeluargaan ini, para pilar Maung Bandung diharapkan bisa saling membaur dan membangun chemistry yang kuat untuk menghadapi tekanan musim baru.
Di samping itu, Umuh mengonfirmasi bahwa pintu pendaftaran pemain anyar bagi Persib sudah tertutup rapat.
“Nggak ada lah, yang lain aja udah dicoret,” katanya.
Adapun saat disinggung mengenai potensi pengurangan amunisi tim dalam waktu dekat, ia enggan membeberkan secara gamblang.
“Tunggu aja nanti,” ujarnya.
Jika kondisi fisiknya dalam keadaan prima, figur kawakan ini berniat pasang badan mendampingi perjuangan anak-anak Bandung langsung di Negeri Ginseng.
“Insya Allah kalau saya dikasih kesehatan, nanti saya siap lah berangkat,” tuturnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa